Ibnu
Qayyim rahimahullah dalam kitabnya "Wabib Ash-Shayyib" menjelaskan
faedah-faedah dzikrullah, diantaranya ;
1. Dzikir itu mengimbangi
(pahala) menebaskan pedang dalam perang di jalan Allah ditambah harta yang
dikeluarkan serta bekal yang dibawa di atas kuda perang fisabilillah.
2. Dzikir adalah pokok
kesyukuran. Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah Ta’ala selama belum dzikir
kepada-Nya.
3. Makhluk yang paling
mulia di sisi Allah Ta’ala adalah dari kalangan orang-orang yang beriman yang
lisannya selalu basah karena dzikir kepada-Nya. Maka dia menjadi orang yang
diteguhkan dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.. Dzikirnya
dijadikan ciri khasnya, dan ketaqwaan menjadi sebab dirinya masuk surga dan
selamat dari api neraka.
4. Tiada yang bisa
menghilangkan sifat kekerasan hati kecuali dzikir kepada Allah Ta’ala.
Seseorang berkata kepada Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, “Wahai Abu Sa’id, aku mengadukan kepada
engkau tentang kerasnya hatiku?” Dia menjawab, “Lebutkan dengan dzikir.”
5. Dzikir adalah
kesembuhan dan obat bagi hati. Lalai adalah penyakitnya. Hati yang sakit, maka
kesembuhan serta obatnya ada dalam dzikir kepada Allah Ta’ala.
6. Dzikir adalah asas
sikap loyal terhadap Allah Ta’ala sebagai satu-satunya penolong, sedangkan
lalai adalah dasar sikap permusuhan dengan-Nya. Seorang hamba senantiasa dzikir
kepada Rabbnya sampai mencintai-Nya dan menjadikan-Nya satu-satunya
penolongnya, atau dia terus melupakan-Nya sampai membenci dan memusuhi-Nya.
7. Tidak ada yang
sebanding dengan dzikir dalam perkara mendatangkan yang mengundang kenikmatan
Allah dan menghindarkan dari siksa-Nya. Maka dzikir benar-benar pendatang
kenikmatan dan penolak siksaan. Sebagian salaf berkata: “Alangkah buruknya
melupakan Dia yan tidak pernah lupa memberimu kebajikan.”
8. Dzikir menjadi sebab
mendapatkan shalawat dari Allah Azza wa Jalladan dari para malaikat-Nya. Siapa
saja yang Allah dan para malaikat-Nya bershalawt atasnya, maka dia telah
beruntung dan menang yang sesungguhnya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (٤١)وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا (٤٢)هُوَ
الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ
“Hai
orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepadaAllah, dzikir yang
sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan sore. Dialah
yang memberi shalawat kepadamu dan malaikat-Nya.” (Qs Al-Ahzab: 41-43)
9. Barang siapa yang
ingin tinggal dalam taman surga, hendaknya dia banyak tinggal dalam majelis
dzikir. Majelis dzikir adalah taman surga.
10. Majelis dzikir
adalah majelis para malaikat. Tiada majelis didunia ini yang menjadi majelis mereka, kecuali majelis
yang didalamnya dzikir kepada Allah. Sebagaimana telah ada dalam sabda beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam.
إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً
يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ
“Sesungguhnya
Allah itu memiki para malaikat yang selalu berkeliling dijalan-jalan untuk
mencari ahli dzikir.”(Muttafaq alaih)
11. Allah Ta’ala
membanggakan para ahli dzikir kepada para malaikat-Nya. Sebagaimana telah
dikabarkan Sa’id Al-Khudri radhiallahu anhu, berkata, “Mu’awiyah keluar pergi menuju sebuah halaqah
di masjid, lalu berkata, “Apa yang menjadikan kalian duduk disini?” mereka menjawab, “Kami duduk untuk berdzikir kepada Allah
Ta’ala.” Dia berkata, “Apakah Allah tidak menjadikan kalian duduk,
kecuali hanya untuk itu?” Mereka
mejawab, “Allah tidak menjadikan kami
duduk melainkan hanya untuk itu.” Dia berkata,
“Sesungguhnya saya tidaklah meminta kalian bersumpah sebab menuduh
kalian (berbohong).” Lalu Mu’awiyah melanjutkan “Tidak ada orang yang lebih
sedikit mengambil hadits dari Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar menuju kesebuah halaqah para
sahabatnya, lalu bersabda, ‘Apa yang menjadikan kalian duduk disini?’ Para sahabat menjawab, ‘Kami duduk untuk dzikir kepada Allah Ta’ala,
memuji-Nya atas petunjuk-Nya untuk kami kepada islam dan dengan islam Dia
menganugrahi kami dengan kehadiran engkau.’
Beliau bertanya, ‘Apakah Allah
tidak menjadikan kalian duduk melainkan hanya untuk itu?’ Mereka menjawab, ‘Demi Allah Dia tidak menjadikan kami duduk
melainkan hanya untuk itu.’ Beliau bersabda, ‘Ketahilah sesunggunya aku tidak
bersumpah untuk menuduh kalian. Akan tetapi, Jibril alaihissalam telah datang
kepadaku dan menyampaikan kepadaku bahwa Allah membanggakan kalian semua kepada
para malaikat.’”(HR. Muslim)Ini adalah sebuah pembanggaan dari Ar Rabb,
menunjukkan kemuliaan dzikir di sisi-Nya, kecintaan-Nya akan dzikir dan
bahwasanya dzikir mempunyai kedudukan istimewa dibandingkan seluruh amalan
lainnya.
12. Semua amal
disyariatkan untuk menegakkan dzikir kepada Allah Azza wa Jalla. Sehingga
maksud seluruh amal adalah mewujudkan dzikir kepada Allah Ta’ala.Allah Azza wa
Jallaberfirman,
وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي
“Dan dirikanlah shalat untuk mengingat
Aku.”(Qs Thaha: 14)
Disebutkan dari Ibnu
Abbas radhiyallahu anhuma bahwa dia ditanya, “Amal apakah yang paling utama?”
Dia menjawab, “Mengingat Allah itulah yang terbesar”
13. Ahli suatu amal
yang paling afdhal adalah mereka yang dalam amalnya itu paling banyak berdzikir
kepada Allah Ta’ala. Maka, sebaik-baik puasa adalah yang paling banyak
berdzikir kepada Allah Ta’ala dalam puasanya. Sebaik-baik para jama’ah haji
adalah yang paling banyak berdzikir kepada Allah. Sebanyak-banyak orang yang
bersedekah adalah yang paling banyak berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla,
demikian dalam semua amal.
14. Senantiasa dzikir
mampu menggantikan berbagai ibadah tathawwu’ (ibadah sunnah), baik yang
bersifat badaniah maupun harta seperti haji tathawwu’. Hal itu ditegaskan dalam
satu hadits dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa orang-orang fakir yang
turut dalam hijrah datang kepada nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu mereka
berkata, “Wahai Rasulullah , orang-orang kaya bisa melakukan berbagai amalan
yang tinggi derajatnya dan menikmati kesenangan yang terus-menerus. Mereka
menunaikan shalat sebagaimana kami menunaikan shalat. Mereka berpuasa
sebagaimana kami berpuasa. Sedangkan mereka memiliki kelebihan harta yang bisa
mereka gunakan untuk menunaikan ibadah haji, umrah, dan berjihad?” Beliau
bersabda, “Maukah kuajarkan kepada kalian sesuatu yang dengannya kalian bisa
mengejar orang yang mendahului kalian dan orang-orang di belakang kalian akan
mendahului dengannya sehingga tiada seorang pun lebih utama dari pada kalian,
kecuali orang yang melakukan apa-apa yang kalian lakukan?” Mereka menjawab, ‘Ya, wahai Rasulullah.’
Beliau bersabda, ‘Bertasbihlah, bertahmidlah, dan bertakbirlah setiap usai
shalat’.” (Muttafaq alaih)Beliau menjadikan dzikir sebagai ganti dari berbagai
ibadah yang luput dari mereka , seperti: haji, umrah, dan jihad. Beliau juga menyampaikan
bahwa mereka ini akan bisa mengalahkan mereka itu dengan dzikir ini.
15. Dzikir kepada Allah
Ta’ala adalah sesuatu yang paling besar yang mampu membantu seseorang untuk
taat kepada-Nya. Dzikir membuat ketaatan menjadi sesuatu yang sangat dicintai
seorang hamba, menjadikanya sangat mudah, sangat lezat, dan penyejuk mata
baginya.
16. Dzikir kepada Allah
Ta’ala merubah yang sulit menjadi mudah, merubah yang rumit menjadi sederhana,
dan meringankan berbagai hal yang berat.
17. Dzikir kepada Allah
Azza wa Jalla menghilangkan semua hal yang menakutkan dalam hati dan memiliki
pengaruh yang menakjubkan dalam pencapaian rasa nyaman. Tiada sesuatu yang
paling bermanfaat bagi orang yang mengalami rasa takut yang teramat sangat
selain dzikir kepada Allah Ta’ala.
18. Dzikir memberi
kekuatan, sehingga dia mampu melakukan apa-apa yang tidak mampu dia lakukan.
Tidakkah anda melihat bagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
mengajarkan kepada putrinya (Fathimah) dan menantunya (Ali radhiallahu anhuma)
agar bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tigapuluh tiga kali, dan
bertakbir tiga puluh empat kali setiap malam bila keduanya hendak tidur. Pernah
Fathimah meminta kepada beliau seorang pembantu dan mengeluhkan pekerjaanya
menumbuk tepung,mengambil air, dan melakukan berbagai macam tanda bakti. Belaiu
mengajarkan hal itu kepadanya lalu bersabda, “Sesungguhnya itu lebih baik bagi
kalian dari pada seorang pembantu”(HR Bukhari)Maka dikatakan bahwa orang yang
senantiasa dzikir itu akan mendapatkan kekuatan sepanjang hari nya sehingga
tidak perlu lagi pembantu.
19. Semua amal untuk
kepentingan akhirat selalu dalam bentuk diperlombakan. Orang-orang ahli dzikir
adalah mereka yang menang dalam lomba itu.
20. Banyak dzikir
kepada Allah Azza wa Jalla adalah pengaman dari kemunafikan. Maka sesunggunya
orang yang munafik adalah orang yang sangat sedikir dzikir kepada Allah Azza wa
Jalla. Allah Ta’alaberfirman tentang orang munafik,
وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ
إِلا قَلِيلا
“Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah, kecuali
sedikit sekali.” (An-Nisa: 142) Ka’ab
berkata, “Barang siapa banyak berdzikir kepada Allah , maka dia akan bebas dari
kemunafikan.”
No comments:
Post a Comment