Majelis Dzikir sangat
dianjurkankan dan disenangai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana hadits
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : "Dari Abdurrahman ibnu Sahl Ibnu
Hanif, ia berkata: 'Pada suatu saat, ketika Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam berada disalah satu rumahnya, turunlah ayat kepada beliau, yang
artinya: Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhanmu pada
pagi dan petang dengan mengharap keridoan-Nya (QS Al-Kahfi: 28).
Maka setelah menerima
wahyu itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar mencari orang-orang
yang dimaksud dalam ayat tersebut. Kemudian ia menjumpai sekelompok orang yang
sedang sibuk berdzikir. Diantara mereka ada yang rambutnya tidak teratur dan
kulitnya kering, dan ada yang hanya memakai sehelai kain. Ketika Rasulullah
melihat mereka, beliaupun duduk bersama mereka dan berkata: Segala puji bagi
Allah, yang telah menciptakan di antara umatku orang-orang yang menyebabkan aku
diperintahkan duduk bersama mereka ". (HR Thabrani, Ibnu Jarir dan Ibnu
Mardawaih).
Diriwayatkan dalam
hadits lain: "Dari Tsabit ia berkata :'Ketika sahabat Salman Al-Farisi
beserta kawan-kawannya sedang sibuk berdzikir, lewatlah Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam dihadapan mereka. Maka mereka terdiam sebentar. Lalu beliau
bertanya: Apa yang sedang kalian lakukan? Mereka menjawab: Kami sedang
berdzikir. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Sungguh
aku melihat rahmat Allah turun di atas kalian, maka hatiku tertarik untuk
bergabung bersama kalian untuk berdzikir. Kemudian beliau bersabda: Segala puji
bagi Allah yang telah menciptakan dari umatku orang-orang yang aku
diperintahkan duduk bersama mereka ". (HR Ahmad)
Dari dua hadits
tersebut di atas jelaslah majelis dzikir sangat disukai oleh Allah subhanahu
wata'ala sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diperintahkan untuk
duduk bersama mereka (tentunya bersama-sama untuk berdzikir kepada Allah
subhanahu wata'ala).
Di bawah ini beberapa
prioritas barangsiapa yang cinta dan senang menghadiri majelis dzikir (khalaqah
/ lingkaran dzikir), yang kami himpun dari beberapa hadits diantarnya:
1. Majelis dzikir
adalah laksana taman-taman surga.
Diterima dari Ibnu
Umar radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda : "Jika kamu lewat ditaman-taman
surga, hendaklah kamu ikut bercengkrama! Tanya mereka: Apakah itu taman-taman
surga, ya Rasulullah? Ujar Nabi shallallahu alaihi wasallam : Ialah
lingkaran-lingkaran dzikir (halaqah dzikir), karena Allah Ta'ala memiliki
rombongan pengelana dari Malaikat yang mencari-cari lingkaran dzikir. Maka jika
ketemu dengannya, mereka akan duduk mengelilinginya. "
2. Majelis yang
dibanggakan oleh Allah subhanahu wata'ala terhadap para malaikat-Nya.
Diriwayatkan oleh
Muslim dari Mu'awiyah katanya: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pergi
mendapatkan satu lingkaran dari sahabat-sahabatnya, kemudian beliau bertanya:
"Kenapa kamu duduk di sini?" Ujar mereka: "Maksud kami duduk di
sini adalah untuk dzikir kepada Allah Ta'ala dan memuji-Nya atas petunjuk dan
karunia yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan menganut agama Islam.
"Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam :" Demi Allah, tak salah
sekali-kali! Tuan-tuan duduk hanyalah untuk itu! Dan saya tidaklah minta
tuan-tuan bersumpah karena menaruh curiga kepada tuan-tuan, tetapi sebetulnya
Jibril telah datang dan menyampaikan bahwa Allah Ta'ala telah membanggakan
tuan-tuan terhadap Malaikat. "
3. Majelis yang
dikelilingi oleh para malaikat, diliputi rahmat, beroleh ketenangan dan akan
disebut-sebut oleh Allah kepada siapa-siapa yang berada didekat-Nya.
Diriwayatkan oleh
Muslim, Turmudzi dan Ibnu Majah dari Abu Sa'id Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu anhuma bahwa
mereka mendengar sendiri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
"Tidak ada suatu kaumpun yang duduk berdzikir kepada Allah Ta'ala kecuali
mereka akan dikelilingi oleh Malaikat, akan diliputi rahmat, akan beroleh
ketenangan, dan akan disebut-sebut oleh Allah kepada siapa-siapa yang berada
didekat-Nya."
4. Majelis yang mana
akan mendapat ampunan dari Allah subhanahu wata'ala dan keburukan-keburukan
akan diganti dengan berbagai kebaikan.
Diriwayatkan oleh Imam
Thabrany dari Sahl Ibnu Al-Hanzhaliyah ra, Nabi shallallahu alaihi wasallam
bersabda:
"Tidaklah duduk
suatu kaum pada suatu majelis, dimana mereka berdzikir kepada Allah 'Azza wa
Jalla. Lalu (setelah selesai) mereka berdiri, melainkan dikatakan (oleh
malaikat) kepada mereka 'berdirilah kalian, sesungguhnya Allah telah mengampuni
dosa-dosa kalian dan keburukan-keburukan kalian pun telah diganti dengan
berbagai kebaikan' ".
5. Majelis yang paling
mulia kelak di hari kiamat.
Diriwayatkan oleh Ahmad
dan Ibnu Hibban dari Abu Sa'id al-Khudri ra, bahwasanya Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla akan berfirman pada hari
kiamat:' Semua orang akan tahu siapakah kaum yang paling mulia '. Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam ditanya: 'Siapakah orang yang paling mulia itu Ya
Rasulullah? Beliaupun menjawab: 'Golongan majelis-majelis dzikir' ".
6. Orang yang mencintai
majelis dzikir dengan rajin menghadirinya, ia akan dicintai oleh Allah
subhanahu wata'ala
Diriwayatkan oleh
Ahmad, dari Anas Ibnu Malik ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Semoga Allah menyayangi Ibnu Rawalah, karena ia mencintai majelis dzikir
yang mana para malaikat saling bermegah-megahan dengan majelis itu".
7. Majelis yang akan
mendapat ganjaran surga.
Diriwayatkan oleh Ahmad
dari Abdullah Ibnu 'Amr ra, ia berkata, aku pernah bertanya kepada Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam: "Yaa Rasulullah, apakah imbalan dari majelis
dzikir? Beliaupun menjawab: 'Imbalan majelis dzikir adalah surga ".
Dari
prioritas-prioritas tersebut diatas yang berdasarkan dari beberapa hadits
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka dapatlah memberikan gambaran dan
dasar yang jelas kepada kita bahwa majelis dzikir adalah sunnah bukan bid'ah.
Untuk itu mari kita hidupkan sunnah ini, kita semarakkan majelis dzikir yang
merupakan taman surga dengan naungan rahmat Allah ini, kemudian kita cintai dan
selalu kita hadiri dengan penuh keikhlasan dan mengharap ridho-Nya.
Adapun pelaksanaan
majelis dzikir dan doa bersama tersebut adalah sebagai berikut:
Dzikir dilaksanakan
bersama-sama, dipimpin oleh seorang pemimpin dzikir. Jika jama'ahnya sedikit,
dzikir dilaksanakan dengan cara melingkar (halaqah dzikir), dan jika jama'ahnya
banyak dilaksanakan seperti barisan shaf shalat dan pemimpinnya berada di
depan. Peserta yang mengikuti harus dalam keadaan suci (dalam keadaan berwudhu
'). Dilaksanakan dengan hati khusyu 'dan tawadhu'.
No comments:
Post a Comment