Segenap Jajaran Pengurus YASNAM Pontianak mengucapkan Marhaban Yaa Ramadhan 1440 H

Wednesday, October 19, 2016

Indahnya Majelis Dzikir

Majelis Dzikir sangat dianjurkankan dan disenangai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : "Dari Abdurrahman ibnu Sahl Ibnu Hanif, ia berkata: 'Pada suatu saat, ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berada disalah satu rumahnya, turunlah ayat kepada beliau, yang artinya: Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhanmu pada pagi dan petang dengan mengharap keridoan-Nya (QS Al-Kahfi: 28).

Maka setelah menerima wahyu itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar mencari orang-orang yang dimaksud dalam ayat tersebut. Kemudian ia menjumpai sekelompok orang yang sedang sibuk berdzikir. Diantara mereka ada yang rambutnya tidak teratur dan kulitnya kering, dan ada yang hanya memakai sehelai kain. Ketika Rasulullah melihat mereka, beliaupun duduk bersama mereka dan berkata: Segala puji bagi Allah, yang telah menciptakan di antara umatku orang-orang yang menyebabkan aku diperintahkan duduk bersama mereka ". (HR Thabrani, Ibnu Jarir dan Ibnu Mardawaih).


Diriwayatkan dalam hadits lain: "Dari Tsabit ia berkata :'Ketika sahabat Salman Al-Farisi beserta kawan-kawannya sedang sibuk berdzikir, lewatlah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dihadapan mereka. Maka mereka terdiam sebentar. Lalu beliau bertanya: Apa yang sedang kalian lakukan? Mereka menjawab: Kami sedang berdzikir. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Sungguh aku melihat rahmat Allah turun di atas kalian, maka hatiku tertarik untuk bergabung bersama kalian untuk berdzikir. Kemudian beliau bersabda: Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan dari umatku orang-orang yang aku diperintahkan duduk bersama mereka ". (HR Ahmad)

Dari dua hadits tersebut di atas jelaslah majelis dzikir sangat disukai oleh Allah subhanahu wata'ala sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diperintahkan untuk duduk bersama mereka (tentunya bersama-sama untuk berdzikir kepada Allah subhanahu wata'ala).

Di bawah ini beberapa prioritas barangsiapa yang cinta dan senang menghadiri majelis dzikir (khalaqah / lingkaran dzikir), yang kami himpun dari beberapa hadits diantarnya:

1. Majelis dzikir adalah laksana taman-taman surga.

Diterima dari Ibnu Umar  radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : "Jika kamu lewat ditaman-taman surga, hendaklah kamu ikut bercengkrama! Tanya mereka: Apakah itu taman-taman surga, ya Rasulullah? Ujar Nabi shallallahu alaihi wasallam : Ialah lingkaran-lingkaran dzikir (halaqah dzikir), karena Allah Ta'ala memiliki rombongan pengelana dari Malaikat yang mencari-cari lingkaran dzikir. Maka jika ketemu dengannya, mereka akan duduk mengelilinginya. "

2. Majelis yang dibanggakan oleh Allah subhanahu wata'ala terhadap para malaikat-Nya.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Mu'awiyah katanya: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pergi mendapatkan satu lingkaran dari sahabat-sahabatnya, kemudian beliau bertanya: "Kenapa kamu duduk di sini?" Ujar mereka: "Maksud kami duduk di sini adalah untuk dzikir kepada Allah Ta'ala dan memuji-Nya atas petunjuk dan karunia yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan menganut agama Islam. "Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam :" Demi Allah, tak salah sekali-kali! Tuan-tuan duduk hanyalah untuk itu! Dan saya tidaklah minta tuan-tuan bersumpah karena menaruh curiga kepada tuan-tuan, tetapi sebetulnya Jibril telah datang dan menyampaikan bahwa Allah Ta'ala telah membanggakan tuan-tuan terhadap Malaikat. "

3. Majelis yang dikelilingi oleh para malaikat, diliputi rahmat, beroleh ketenangan dan akan disebut-sebut oleh Allah kepada siapa-siapa yang berada didekat-Nya.

Diriwayatkan oleh Muslim, Turmudzi dan Ibnu Majah dari Abu Sa'id Khudri  dan Abu Hurairah radhiyallahu anhuma bahwa mereka mendengar sendiri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : "Tidak ada suatu kaumpun yang duduk berdzikir kepada Allah Ta'ala kecuali mereka akan dikelilingi oleh Malaikat, akan diliputi rahmat, akan beroleh ketenangan, dan akan disebut-sebut oleh Allah kepada siapa-siapa yang berada didekat-Nya."

4. Majelis yang mana akan mendapat ampunan dari Allah subhanahu wata'ala dan keburukan-keburukan akan diganti dengan berbagai kebaikan.

Diriwayatkan oleh Imam Thabrany dari Sahl Ibnu Al-Hanzhaliyah ra, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Tidaklah duduk suatu kaum pada suatu majelis, dimana mereka berdzikir kepada Allah 'Azza wa Jalla. Lalu (setelah selesai) mereka berdiri, melainkan dikatakan (oleh malaikat) kepada mereka 'berdirilah kalian, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosa kalian dan keburukan-keburukan kalian pun telah diganti dengan berbagai kebaikan' ".

5. Majelis yang paling mulia kelak di hari kiamat.

Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Hibban dari Abu Sa'id al-Khudri ra, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla akan berfirman pada hari kiamat:' Semua orang akan tahu siapakah kaum yang paling mulia '. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya: 'Siapakah orang yang paling mulia itu Ya Rasulullah? Beliaupun menjawab: 'Golongan majelis-majelis dzikir' ".

6. Orang yang mencintai majelis dzikir dengan rajin menghadirinya, ia akan dicintai oleh Allah subhanahu wata'ala

Diriwayatkan oleh Ahmad, dari Anas Ibnu Malik ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Semoga Allah menyayangi Ibnu Rawalah, karena ia mencintai majelis dzikir yang mana para malaikat saling bermegah-megahan dengan majelis itu".

7. Majelis yang akan mendapat ganjaran surga.

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abdullah Ibnu 'Amr ra, ia berkata, aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: "Yaa Rasulullah, apakah imbalan dari majelis dzikir? Beliaupun menjawab: 'Imbalan majelis dzikir adalah surga ".

Dari prioritas-prioritas tersebut diatas yang berdasarkan dari beberapa hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka dapatlah memberikan gambaran dan dasar yang jelas kepada kita bahwa majelis dzikir adalah sunnah bukan bid'ah. Untuk itu mari kita hidupkan sunnah ini, kita semarakkan majelis dzikir yang merupakan taman surga dengan naungan rahmat Allah ini, kemudian kita cintai dan selalu kita hadiri dengan penuh keikhlasan dan mengharap ridho-Nya.

Adapun pelaksanaan majelis dzikir dan doa bersama tersebut adalah sebagai berikut:
Dzikir dilaksanakan bersama-sama, dipimpin oleh seorang pemimpin dzikir. Jika jama'ahnya sedikit, dzikir dilaksanakan dengan cara melingkar (halaqah dzikir), dan jika jama'ahnya banyak dilaksanakan seperti barisan shaf shalat dan pemimpinnya berada di depan. Peserta yang mengikuti harus dalam keadaan suci (dalam keadaan berwudhu '). Dilaksanakan dengan hati khusyu 'dan tawadhu'.

No comments:

Post a Comment