Segenap Jajaran Pengurus YASNAM Pontianak mengucapkan Marhaban Yaa Ramadhan 1440 H

Wednesday, October 19, 2016

Godaan Setan Saat Sakaratul Maut

GODAAN SETAN SAAT SAKARATUL MAUT

Dalam sebuah riwayat diceritakan :
Pada saat seorang hamba dalam keadaan naza' (sakaratul maut) setan akan mendatanginya, kemudian duduk diatas kepalanya seraya berbisik, "Tinggalkan saja agama Islam itu dan katakanlah bahwa Tuhan itu dua. Dengan itu, niscaya kamu akan selamat dari sakit yang luar biasa ini."
Apabila seperti itu yang terjadi, berarti saat-saat naza' (sakaratul maut) merupakan detik-detik yang sangat membahayakan dan menakutkan.

Sakaratul maut merupakan kondisi seseorang yang sedang menghadapi kematian, yang memiliki berbagai hal dan harapan tertentu untuk meninggal. Kematian merupakan kondisi terhentinya pernapasan, nadi, dan tekanan darah serta hilangnya respons terhadap stimulus eksternal, ditandai dengan terhentinya aktivitas otak atau terhentinya fungsi jantung dan paru secara menetap. Sakaratul maut dan kematian merupakan dua istilah yang sulit untuk dipisahkan, serta merupakan suatu fenomena tersendiri. kematian lebih ke arah suatu proses, sedangkan sakaratul maut merupakan akhir dari hidup.

SAKITNYA SAKARATUL MAUT

Kita tidak bisa membayangkan, betapa dahsyatnya pertarungan iman seorang mukmin melawan syetan. Padahal kondisi orang yang sedang sakaratul maut adalah kondisi yang menyakitkan dan melelahkan. Rasa sakitnya melebihi sayatan pisau dan pedang, karena ruh dicabut dari segenap penjuru anggota tubuh.
Fase sakaratul maut seringkali di sebutkan oleh Rasulullah sebagai fase yang sangat berat dan menyakitkan. .
Sakaratul maut juga dapat dikatakan sebagai warming up (pemanasan) kematian. Karena kematian itu sulit, berat dan amat sakit maka diperlukan pemanasan.

“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi).

"Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari).

"Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”. (Ka’b al-Ahbar, sahabat Rasulullah saw).

"Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

"Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”. ( Imam Ghozali).

‘Amr bin al-‘Ash berkata kepada anaknya saat sakaratul maut, “Wahai anakku! Demi Allah, seolah-olah ranting berduri dicabut dari kakiku sampai ke kepala.”

Imam Ghazali berkata, “Sakaratul maut lebih dahsyat daripada pukulan pedang, lebih tajam dari mata gunting dan gergaji. Kalau satu urat saja ditarik dari tubuh manusia, niscaya ia akan menjerit kesakitan. Lalu bagaimana kalau yang ditarik dari tubuh itu ruhnya, yang tidak ditarik dari satu urat saja, tapi dari semuanya. Kemudian setiap anggota tubuhnya akan mati secara bertahap. Pertama kakinya terasa dingin, lalu kedua betisnya, kemudian kedua pahanya. Setiap anggota tubuh merasakan sekarat dan kepedihan sampai kerongkongannya. Pada saat itu terputuslah pandanganya dari dunia dan keluarganya, tertutup pintu taubatnya, dan penyesalan pun meliputi pikiranya.” (Ihya’ Ulumiddin: 4/419).

GANGGUAN SETAN SAAT SAKARATUL MAUT

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Ajarilah orang-orang yang hendak meninggal dunia di antara kalian ucapan laa ilah illallah,”(H.R.Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Dalam banyak sumber dan kajian, disebutkan bahwa saat-saat sakaratul maut adalah saat yang genting. Saat di mana Setan mengganggu manusia pada akhir hayat menjadi sesuatu paling dahsyat.

Tujuh (7) golongan Setan mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut;

1. Akan datang Setan dengan berbagai rupa yang rumit dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lezat-lezat. Ini disebabkan orang yang tengah berada dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut.

2. Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai binatang yang ditakuti seperti harimau, singa, ular dan kalajengking yang berbisa.

3. Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai binatang yang menjadi kesukaan orang yang hendak mati itu. Jika orang tersebut suka sekali kepada burung, maka serupa dengan burung, dan jika dia suka terhadap ayam sabung untuk berjudi, maka dirupakan pula dengan ayam sabung judi, dan begitu seterusnya.

4. Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai sesuatu  yang paling dibenci oleh orang yang akan mati tersebut. Misalnya musuhnya sewaktu masih hidup.

5. Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai sanak-saudara yang hendak mati itu, seperti ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman.

6. Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai ulama-ulama yang membawa banyak kitab.

7. Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut terdiri dari 72 barisan.

Oleh karena itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia kalimat  talkin “Laa Ilaaha Illallah” untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan itu.

Diceritakan ada seorang yang sangat zuhud bernama Abu Zakariya. Tatkala ia mendekati ajalnya, beberapa handai taulannya datang dan mendapatinya sedang dalam sakaratul maut. Lantas salah seorang dari mereka menuntunnya untuk mengucapkan kalimat thoyyibah yaitu lafazh Laa ilaaha illallah. Namun, ia malah memalingkan wajahnya dan tidak mengucapkan kalimat itu sedikitpun.
Mereka mencoba menuntunnya lagi untuk kedua kalinya. Akan tetapi ia tetap memalingkan wajahnya dan tidak mengikuti apa yang mereka tuntunkan. Tak putus asa, merekapun mencoba menuntunnya lagi untuk ketiga kalinya. Kali ini Abu Zakariya menjawab, tetapi jawabannya sangat mengejutkan mereka. Ia berkata, "Aku tidak akan mengucapkan kalimat itu. " Sesaat setelah melontarkan jawaban itu, iapun pingsan.
Beberapa saat kemudian, Abu Zakariya tersadar dan merasa tubuhnya lebih ringan. Ia membuka matanya, lalu berkata kepada handai taulan yang menungguinya. "Apakah kalian tadi mengatakan sesuatu kepadaku ?"
Mereka menjawab, "Benar, kami tadi menuntunmu untuk mengucapkan kalimat syahadat sampai tiga kali, engkau berkata, 'aku tidak akan mengucapkan kalimat itu'.
Abu Zakariya berkata, "wahai saudara-saudaraku, ketahuilah bahwasanya tadi setan (Iblis) datang kepadaku dengan membawa semangkuk air dingin, kemudian berdiri sebelah kananku seraya menggerak-gerakkan mangkuk itu. Lalu, ia bertanya kepadaku, "Apakah engkau memerlukan air? Aku menjawab, 'ya, aku memerlukannya! Maka iblis itu lalu berkata kepadaku, "Katakanlah, bahwa sesungguhnya Isa adalah anak Allah".
Akupun menolak apa yang diperintahkan setan itu. Namun, ia tetap saja menggodaku lagi dengan mendekati kakiku dan mengulangi lagi apa yang ia lakukan kepadaku sebelumnya. Pada yang ketiga kalinya, ia berkata kepadaku, "Katakanlah, sesungguhnya Tuhan itu tidak ada. "Aku menolak dan menjawab, "Tidak, aku tidak akan mengucapkan seperti itu. "
Mendengar jawabanku, serta merta iblis langsung membanting mangkuknya ke tanah dan lari menjauh dariku. Ketahuilah bahwa sebenarnya aku tadi menolak permintaan iblis, bukan permintaan kalian. Saksikanlah bahwasanya aku bersaksi, "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya."

Wallahu a'lam bish shawab.


ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ 
ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ  

Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan aku bertaubat kepada-mu.

No comments:

Post a Comment