GODAAN SETAN SAAT
SAKARATUL MAUT
Dalam sebuah riwayat
diceritakan :
Pada saat seorang hamba
dalam keadaan naza' (sakaratul maut) setan akan mendatanginya, kemudian duduk
diatas kepalanya seraya berbisik, "Tinggalkan saja agama Islam itu dan
katakanlah bahwa Tuhan itu dua. Dengan itu, niscaya kamu akan selamat dari
sakit yang luar biasa ini."
Apabila seperti itu
yang terjadi, berarti saat-saat naza' (sakaratul maut) merupakan detik-detik
yang sangat membahayakan dan menakutkan.
Sakaratul maut
merupakan kondisi seseorang yang sedang menghadapi kematian, yang memiliki
berbagai hal dan harapan tertentu untuk meninggal. Kematian merupakan kondisi
terhentinya pernapasan, nadi, dan tekanan darah serta hilangnya respons
terhadap stimulus eksternal, ditandai dengan terhentinya aktivitas otak atau
terhentinya fungsi jantung dan paru secara menetap. Sakaratul maut dan kematian
merupakan dua istilah yang sulit untuk dipisahkan, serta merupakan suatu
fenomena tersendiri. kematian lebih ke arah suatu proses, sedangkan sakaratul
maut merupakan akhir dari hidup.
SAKITNYA SAKARATUL MAUT
Kita tidak bisa
membayangkan, betapa dahsyatnya pertarungan iman seorang mukmin melawan syetan.
Padahal kondisi orang yang sedang sakaratul maut adalah kondisi yang
menyakitkan dan melelahkan. Rasa sakitnya melebihi sayatan pisau dan pedang,
karena ruh dicabut dari segenap penjuru anggota tubuh.
Fase sakaratul maut
seringkali di sebutkan oleh Rasulullah sebagai fase yang sangat berat dan
menyakitkan. .
Sakaratul maut juga
dapat dikatakan sebagai warming up (pemanasan) kematian. Karena kematian itu
sulit, berat dan amat sakit maka diperlukan pemanasan.
“Sakaratul maut itu
sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi).
"Kematian yang
paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain
sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian
kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari).
"Sakaratul maut
ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu,
seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa
semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.
(Ka’b al-Ahbar, sahabat Rasulullah saw).
"Demi Allah,
seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu
menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan
melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali
mengutip atsar Al-Hasan).
"Rasa sakit yang
dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota
tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik
dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar
rambut dan kulit kepala hingga kaki”. ( Imam Ghozali).
‘Amr bin al-‘Ash
berkata kepada anaknya saat sakaratul maut, “Wahai anakku! Demi Allah,
seolah-olah ranting berduri dicabut dari kakiku sampai ke kepala.”
Imam Ghazali berkata,
“Sakaratul maut lebih dahsyat daripada pukulan pedang, lebih tajam dari mata
gunting dan gergaji. Kalau satu urat saja ditarik dari tubuh manusia, niscaya
ia akan menjerit kesakitan. Lalu bagaimana kalau yang ditarik dari tubuh itu
ruhnya, yang tidak ditarik dari satu urat saja, tapi dari semuanya. Kemudian
setiap anggota tubuhnya akan mati secara bertahap. Pertama kakinya terasa
dingin, lalu kedua betisnya, kemudian kedua pahanya. Setiap anggota tubuh
merasakan sekarat dan kepedihan sampai kerongkongannya. Pada saat itu
terputuslah pandanganya dari dunia dan keluarganya, tertutup pintu taubatnya,
dan penyesalan pun meliputi pikiranya.” (Ihya’ Ulumiddin: 4/419).
GANGGUAN SETAN SAAT
SAKARATUL MAUT
Dari Abu Sa’id dan Abu
Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Ajarilah orang-orang yang hendak meninggal
dunia di antara kalian ucapan laa ilah illallah,”(H.R.Muslim, Abu Daud,
At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)
Dalam banyak sumber dan
kajian, disebutkan bahwa saat-saat sakaratul maut adalah saat yang genting.
Saat di mana Setan mengganggu manusia pada akhir hayat menjadi sesuatu paling
dahsyat.
Tujuh (7) golongan
Setan mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut;
1. Akan datang Setan
dengan berbagai rupa yang rumit dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain,
serta sebagai makanan dan minuman yang lezat-lezat. Ini disebabkan orang yang
tengah berada dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba
kepada barang-barang tersebut.
2. Setan datang kepada
orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai binatang yang ditakuti
seperti harimau, singa, ular dan kalajengking yang berbisa.
3. Setan datang kepada
orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai binatang yang menjadi
kesukaan orang yang hendak mati itu. Jika orang tersebut suka sekali kepada
burung, maka serupa dengan burung, dan jika dia suka terhadap ayam sabung untuk
berjudi, maka dirupakan pula dengan ayam sabung judi, dan begitu seterusnya.
4. Setan datang kepada
orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai sesuatu yang paling dibenci oleh orang yang akan mati
tersebut. Misalnya musuhnya sewaktu masih hidup.
5. Setan datang kepada
orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai sanak-saudara yang
hendak mati itu, seperti ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman.
6. Setan datang kepada
orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai ulama-ulama yang
membawa banyak kitab.
7. Setan datang kepada
orang yang tengah berada dalam sakaratul maut terdiri dari 72 barisan.
Oleh karena itu
hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia
kalimat talkin “Laa Ilaaha Illallah”
untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan itu.
Diceritakan ada seorang
yang sangat zuhud bernama Abu Zakariya. Tatkala ia mendekati ajalnya, beberapa
handai taulannya datang dan mendapatinya sedang dalam sakaratul maut. Lantas
salah seorang dari mereka menuntunnya untuk mengucapkan kalimat thoyyibah yaitu
lafazh Laa ilaaha illallah. Namun, ia malah memalingkan wajahnya dan tidak
mengucapkan kalimat itu sedikitpun.
Mereka mencoba
menuntunnya lagi untuk kedua kalinya. Akan tetapi ia tetap memalingkan wajahnya
dan tidak mengikuti apa yang mereka tuntunkan. Tak putus asa, merekapun mencoba
menuntunnya lagi untuk ketiga kalinya. Kali ini Abu Zakariya menjawab, tetapi
jawabannya sangat mengejutkan mereka. Ia berkata, "Aku tidak akan
mengucapkan kalimat itu. " Sesaat setelah melontarkan jawaban itu, iapun
pingsan.
Beberapa saat kemudian,
Abu Zakariya tersadar dan merasa tubuhnya lebih ringan. Ia membuka matanya,
lalu berkata kepada handai taulan yang menungguinya. "Apakah kalian tadi
mengatakan sesuatu kepadaku ?"
Mereka menjawab,
"Benar, kami tadi menuntunmu untuk mengucapkan kalimat syahadat sampai
tiga kali, engkau berkata, 'aku tidak akan mengucapkan kalimat itu'.
Abu Zakariya berkata,
"wahai saudara-saudaraku, ketahuilah bahwasanya tadi setan (Iblis) datang
kepadaku dengan membawa semangkuk air dingin, kemudian berdiri sebelah kananku
seraya menggerak-gerakkan mangkuk itu. Lalu, ia bertanya kepadaku, "Apakah
engkau memerlukan air? Aku menjawab, 'ya, aku memerlukannya! Maka iblis itu
lalu berkata kepadaku, "Katakanlah, bahwa sesungguhnya Isa adalah anak
Allah".
Akupun menolak apa yang
diperintahkan setan itu. Namun, ia tetap saja menggodaku lagi dengan mendekati
kakiku dan mengulangi lagi apa yang ia lakukan kepadaku sebelumnya. Pada yang
ketiga kalinya, ia berkata kepadaku, "Katakanlah, sesungguhnya Tuhan itu
tidak ada. "Aku menolak dan menjawab, "Tidak, aku tidak akan
mengucapkan seperti itu. "
Mendengar jawabanku,
serta merta iblis langsung membanting mangkuknya ke tanah dan lari menjauh
dariku. Ketahuilah bahwa sebenarnya aku tadi menolak permintaan iblis, bukan
permintaan kalian. Saksikanlah bahwasanya aku bersaksi, "Tiada Tuhan yang
berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan
rasul-Nya."
Wallahu a'lam bish
shawab.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ
ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
No comments:
Post a Comment