Neraka Saqr adalah
neraka yang tidak membiarkan orang yang diazab didalamnya menarik nafas untuk
beristirahat dari azab, bahkan setelah diazab dengan azab yang pedih ia
dikembalikan kepada bentuknya semula untuk diazab lagi, neraka saqr adalah
neraka yang membakar kulit manusia.
sebagaimana Firman Allah dalam Al qur'an surah Al Muddatstsir/74 ayat 27-30
: "Dan tahukah kamu apa (neraka) saqar itu? ia (Saqar itu) tidak
meninggalkan dan membiarkan. (neraka saqar) adalah pembakar kulit manusia,
diatasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)".
Lalu untuk siapakah
neraka Saqar itu dipersiapkan? Allah SWT menjelaskan ketika penduduk surga
bertanya apa yang menyebabkan mereka menjadi penghuni neraka Saqr, sebagaimana
firmanNya dalam al qur'an surah al mudtstsir/74 ayat 42-48 :
"Apa yang
memasukkan kamu ke (neraka) saqar?" Maka para penghuni Saqar itu menjawab
: "Mereka menjawab: "kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang
mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan
adalah kami membicarakan yang bathil bersama dengan orang-orang yang
membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang
kepada kami kematian". Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari
orang-orang yang memberikan syafa'at".
Dari sini dapat
diketahui dan disimpulkan bahwa sebab-sebab masuk neraka Saqr itu adalah :
1. Meninggalkan Shalat
Dalam Al-Qur'an
seringkali disebutkan pentingnya ibadah shalat dan ancaman bagi orang yang
melalaikan shalat. Seperti kita ketahui ibadah shalat adalah salah satu rukun
Islam, ulama menyatakan bahwa seseorang yang mengingkari ibadah ini adalah
kafir. Apa sih istimewanya ibadah shalat?, dalam salah satu hadistnya
Rasulullah SAW bersabda; "Tidaklah Aku diutus ke dunia ini kecuali untuk
menyempurnakan akhlak", lalu dalam hadist lain disebutkan "Amal
ibadah yang paling pertama diperiksa di hari kiamat nanti adalah shalat".
Sekilas dua hadist ini bertolak belakang disatu sisi. Tujuan Rasulullah diutus
ke dunia ini untuk memperbaiki akhlak namun disisi lain amal ibadah seorang
hamba yang pertama kali diperiksa adalah shalat, jika tujuan diutusnya Rasulullah
untuk memperbaiki akhlak mestinya yang pertama kali diperiksa dari seorang
hamba di hari kiamat adalah akhlaknya bukan shalatnya, tapi kenapa yang
diperiksa justru ibadah shalat?. Dari sini kita bisa memahami bahwa ibadah
shalat jika dilakukan dengan benar maka akan memiliki pengaruh yang sangat
besar terhadap akhlak seseorang, oleh karena itu wajar jika amal ibadah yang
pertama diperiksa hari kiamat nanti adalah shalat, karena jika shalat seseorang
baik maka akan baik pula akhlaknya, shalat yang baik adalah shalat yang bisa
menjauhkan seseorang dari perbuatann keji dan munkar seperti yang Allah
jelaskan dalam surat Al-Ankabuut ayat 45 :"......Sesungguhnya shalat dapat
mencegah perbauatan keji dan munkar....."
2. Tidak Peduli
Terhadap Orang Miskin
Salah satu hikmah yang
bisa diambil dari ibadah puasa adalah melatih kepekaan sosial kita. Dengan
melaksanakan ibadah puasa, kita dapat merasakan sesuatu yang dirasakan orang
miskin selama ini, sehingga dengan melaksanakan ibadah puasa ini diharapkan
hati kita lebih bisa terketuk lagi terhadap penderitaan orang lain dan
lebih-lebih terhadap nasib sesama muslim, dalam Al-Qur'an banyak disebutkan
ancaman bagi orang yang tidak peduli terhadap nasib orang miskin, dalam surat
ini dijelaskan bahwa tidak peduli terhadap orang miskin bisa menyebabkan masuk
kedalam neraka Saqr, dan ini mestinya juga menjadi perhatian para petinggi
negara kita dikala bangsa ini dilanda keterpurukan, kemiskinan makin bertambah
seharusnya mereka tidak boleh egois memikirkan tunjangan ini itu, tetapi
mestinya lebih mengkonsentarsikan diri bagaimana seharusnya memperbaiki nasib
mereka, yang jelas nasib mereka tidak akan mudah berubah kearah yang lebih baik
dengan hanya memberikan mereka bantuan uang sebesar sekian ratus ribu rupiah
per beberapa bulan. Peduli terhadap orang miskin bukan berarti dengan
memberikan sejumlah uang kepada mereka kemudian masalah dianggap selesai tapi
lebih dari itu bagaimana kita membentuk mereka menjadi tenaga-tenaga yang
produktif sehingga mampu untuk hidup mandiri dan keluar dari kemiskinan juga
bermanfaat bagi orang banyak, dengan demikian Insya-Allah setiap tahun jumlah
orang miskin akan semakin berkurang.
3. Berkumpul Dengan
Ahlul Bathil
Berapa banyak orang
yang terpuruk karena teman, oleh karena itu memilih teman menjadi hal yang
penting, nabi Yusuf as dan nabi Ibrahim as pernah berdo'a untuk bisa bergabung
dengan orang-orang sholeh baik di dunia maupun di akhirat seperti yang terdapat
dalam Al-Qur'an surat Yusuf ayat 101 dan surat Assyu'ara ayat 83.
Dalam ayat yang sedang
kita bahas ini, salah satu penyebab masuknya seseorang ke neraka Saqr adalah
berbicara bathil dengan kelompok orang yang membicarakannya. Di zaman sekarang
banyak sekali dan dengan mudah kita temukan tempat-tempat untuk melakukan hal
tersebut.
4. Mengingkari Hari
Kiamat
Kapankah dunia akan
berakhir? Atau kah dunia itu tidak akan pernah berakhir? Dari sejak dulu selalu
ada sekelompok orang yang tidak percaya akan adanya hari kiamat. Pada zaman
terdahulu orang-orang kafir yang tidak mau mengikuti ajaran para Rasul yang
diturunkan oleh Allah SWT menganggap bahwa kiamat tidak akan pernah ada dan
demikian juga halnya dengan kehidupan setelah mati, menurut mereka jika mereka
mati maka itulah akhir kehidupan dan tidak akan ada kebangkitan lagi. Pengingkaran
mereka terhadap hari kebangkitan jelas sekali digambarkan dalam Al-Qur'an surat
Yasin ayat 78 :"ia berkata : Siapakah yang dapat menghidupkan
tulang-belulang, yang telah hancur luluh?"
Di zaman sekarang juga
masih banyak orang yang tidak percaya akan hari kiamat dan kehidupan setelah
mati.
Baru-baru ini
diberitakan bahwa seorang ilmuwan A.S. yang bernama Raymond Kurzweil mengatakan
bahwa keinginan manusia untuk dapat hidup abadi itu hanya tinggal 25 tahun lagi
tepatnya tahun 2030. Kurzweil yakin dengan bantuan teknologi, manusia bisa
menolak kematian!. Menurut Kurzweil, lompatan bioteknologi dan kedokteran bakal
mampu menghentikan proses penuaan pada manusia, itu terjadi pada 2030. Kurzweil
menjelaskan, ada tiga jembatan proses yang harus dilalui untuk menuju
keabadian. Pertama, berterima kasihlah pada nanoteknologi yang mampu
menciptakan nanorobot yang ukurannya bisa sekecil sel darah merah, yang dapat
memperbaiki berbagai kerusakan tubuh.Jembatan kedua adalah revolusi
bioteknologi yang membawa manusia mengatasi keterbatasan tubuh biologisnya.
Berbagai penyakit bisa diatasi, proses penuaan dapat dihambat, dan fungsi tubuh
jadi lebih optimal. Namun, sebelum kedua jembatan tadi tercipta, sambil
menunggu, manusia harus melewati jembatan pendahuluan . Yakni bertahan hidup
dengan teknologi "primitif": diet dan olahraga.Jika ketiga jembatan
itu terbentuk, dampaknya sangat besar pada kehidupan manusia. Dalam
Singularity, Kurzweil bercerita, jantung manusia di masa depan dapat
beristirahat. Sebab tugasnya sudah digantikan oleh nanorobot yang mengalirkan
darah ke seluruh tubuh. Bahkan, pada 2050, Kurzweil percaya, akhirnya teknologi
mengizinkan otak manusia untuk meninggalkan tubuh "berakhirnya"
pindah ke tubuh robot. Disitulah kemudian tercipta sebuah "keabadian".
Pendek kata, Kurzweil menganggap manusia bakal mampu meraih keabadian dalam
genggaman, menghindari sang Malaikat Maut!
Sebagai orang yang
beriman tentu kita meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi akan
hancur dan tidak ada yang abadi seperti yang Allah tegaskan dalam surat
Al-Qashas ayat 88:".....Tiap-tiap sesuatu pasti binasa kecuali Allah.
Bagi-Nya lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya lah kamu
dikembalikan."
Dan yang perlu diingat
lagi adalah betapapun tingginya ilmu manusia jika dibandingkan dengan ilmu
Allah bagaikan setetes air di tengah lautan, terlalu banyak hal yang tidak
diketahui karena keterbatasan akal kita, kecerdasan tanpa keimanan hanya akan
melahirkan manusia-manusia sombong yang lupa akan kebesaran Allah, padahal sesungguhnya
semua yang kita miliki adalah berkat anugerah Nya.
Rabbanaa Aatina
fiddun-ya hasanah wafil-aakhirati hasanah waqinaa adzaabannar.
No comments:
Post a Comment