Segenap Jajaran Pengurus YASNAM Pontianak mengucapkan Marhaban Yaa Ramadhan 1440 H

Sunday, September 3, 2017

MAKNA SILATURRAHIM

Jika dirunut dari sumber asal katanya yaitu dari bahasa Arab, kata “SILATURRAHIM” atau kebiasaan di Indonesia dengan sebutan "SILATURRAHMI". 
Kata SILATURRAHIM ini terdiri dari dua kata yaitu “shilah” (menyambung) dan “Rahim” (rahim wanita/kekeluargaan)

Dapat kita lihat dalam hadits berikut, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُولُ مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللَّهُ


“Ar-rahim itu tergantung di Arsy. Ia berkata: “Barang siapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya”.(Hadits Mutafaqun'alihi)


Silaturrahim yang dimaksud hadits diatas adalah keluarga bukan teman.

Disebutkan dalam hadits bahwa keutamaan silaturrahim adalah diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ؛ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ”


“Barang siapa menginginkan untuk diluaskan rizkinya serta diundur ajalnya; hendaklah ia bersilaturrahim”.(H.R. Bukhari, Muslim)

Maka meninjau dari makna bahasanya, silaturrahim di sini hanya kepada keluarga saja maksudnya keluarga yang ada hubungan nasab atau hubungan darah. Keluarga bisa meliputi keluarga inti dan keluarga yang tercakup dan terlibat dalam hal warisan. Adapun ke rumah teman maka bahasa syariatnya adalah “ziyarah”. Hanya saja ini tidak lazim dalam bahasa Indonesia tidak biasa digunakan dan lebih identik dengan kata “ziarah kubur” Atau sesama saudara muslim selama sama syahadatnya lebih tepat disebut "Ukhuwah Islamiyah".

Jadi jika ada yang berkata, “Saya mau ke rumah teman dulu, silaturrahim/silaturrahmi, supaya panjang umur dan mudah rezeki”
Maka perkataan tersebut kurang tepat secara syariat karena yang dimaksud keutamaan dalam hadits adalah silaturrahim ke keluarga bukan ke teman.

Karenanya hubungan keluarga harus dijaga dan dimotivasi oleh Islam, bahkan ada ancaman khusus bagi orang yang memutusnya.

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidak akan masuk surga pemutus (silaturrahim)”. (H.R. Bukhari, Muslim)

No comments:

Post a Comment