Ibnu Athaillah rahimahullah pernah berpesan :
"Kebanggaanmu bila orang lain melihat kelebihanmu adalah
bukti ketidak jujuranmu dalam beribadah. Maka kosongkanlah pandangan orang lain
terhadap dirimu. Cukup bagimu pandangan Allah terhadap dirimu. Tidak perlu kamu
tampil di hadapan mereka agar engkau terlihat di mata mereka. "
Ketidakjujuran seseorang dalam beribadah ternyata bisa dinilai
dari perasaan bangga atau tidak bila ada orang lain yang melihat kebagusan
ibadahnya.
Banyak Beramal Tapi Masuk Neraka?
Ketahuilah… Sesungguhnya tidak semua penghuni Neraka adalah
orang-orang yang di dunianya gemar berbuat maksiat, seperti kecanduan khomr,
pemain judi, para pelaku zina dan lain sebagainya. Akan tetapi ternyata ada
juga di antara penghuni Neraka adalah orang-orang yang di dunianya rajin
beramal, bahkan mereka adalah orang-orang yang beribadah sampai kelelahan
karena begitu beratnya amalan yang dilakukan. Mereka mengira akan datang
menghadap Allah Ta’ala dengan membawa amalan putih seberat gunung Tihamah.
Namun Allah menolak dan tidak menerima amal mereka. Amalan mereka laksana
debu-debu beterbangan yang tiada memberi manfaat sedikitpun di hadapan Allah
Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمٰلًا ﴿الكهف:١۰٣
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيَوٰةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا ﴿الكهف:١۰٤
“Katakanlah: ‘Maukah Kami beritahukan kepadamu tentang
orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah
sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka
bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al-Kahfi: 103-104).
Demikian pula Allah Ta’ala berfirman tentang mereka:
وَقَدِمْنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُوا۟ مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنٰهُ هَبَآءً مَّنثُورًا ﴿الفرقان:٢٣
“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami
jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al-Furqan: 23).
Diriwayatkan dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لأَعْلَمَنَّ (لاَ أَلْفَيَنَّ)
أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِى يَأْتُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ
بَيْضًا فَيَجْعَلُهَا اللهُ عز و جل هَبَاءً مَنْثُوْرًا
“Aku benar-benar mengetahui ada beberapa golongan dari umatku
yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebajikan sebesar gunung Tihamah
yang berwarna putih, lalu Allah menjadikannya seperti debu-debu yang
beterbangan.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 4245).
Mengapa orang-orang yang disebutkan dalam ayat di atas sudah
beramal tapi malah ganjarannya Neraka? Mengapa amalan mereka tidak diterima
oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala?
Karena ibadah yang dilakukan bukan karena Allah..bukan mengharap rahmat dan
ridho Allah. Ibadah yang dilakukan ada syirik yang tersembunyi dalam hatinya
yaitu riya'.
Inna sholaati wanu suuki wamahyaaya wamamaati
lillahirabbil'aalamiin (sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya
untuk Allah Tuhan semesta alam).
Semoga Allah membukakan pintu rahmat dan hidayah-Nya kepada kita
semua sehingga setiap amal ibadah yang kita lakukan hanya mengharap ridha Allah
bukan sekedar sensasi atau mencari popularitas di hadapan manusia.
Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari
mempersekutukan Engkau dan aku mengetahuinya. Dan aku mohon ampun dari segala
apa yang tidak aku ketahui.
No comments:
Post a Comment