Segenap Jajaran Pengurus YASNAM Pontianak mengucapkan Marhaban Yaa Ramadhan 1440 H

Friday, February 24, 2017

SYIRIK DALAM IBADAH KEPADA ALLAH SUBHANA WATA'ALA

Ibnu Athaillah rahimahullah pernah berpesan :
"Kebanggaanmu bila orang lain melihat kelebihanmu adalah bukti ketidak jujuranmu dalam beribadah. Maka kosongkanlah pandangan orang lain terhadap dirimu. Cukup bagimu pandangan Allah terhadap dirimu. Tidak perlu kamu tampil di hadapan mereka agar engkau terlihat di mata mereka. "
Ketidakjujuran seseorang dalam beribadah ternyata bisa dinilai dari perasaan bangga atau tidak bila ada orang lain yang melihat kebagusan ibadahnya.
Banyak Beramal Tapi Masuk Neraka?
Ketahuilah… Sesungguhnya tidak semua penghuni Neraka adalah orang-orang yang di dunianya gemar berbuat maksiat, seperti kecanduan khomr, pemain judi, para pelaku zina dan lain sebagainya. Akan tetapi ternyata ada juga di antara penghuni Neraka adalah orang-orang yang di dunianya rajin beramal, bahkan mereka adalah orang-orang yang beribadah sampai kelelahan karena begitu beratnya amalan yang dilakukan. Mereka mengira akan datang menghadap Allah Ta’ala dengan membawa amalan putih seberat gunung Tihamah. Namun Allah menolak dan tidak menerima amal mereka. Amalan mereka laksana debu-debu beterbangan yang tiada memberi manfaat sedikitpun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمٰلًا ﴿الكهف:١۰٣

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيَوٰةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا ﴿الكهف:١۰٤

“Katakanlah: ‘Maukah Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al-Kahfi: 103-104).
Demikian pula Allah Ta’ala berfirman tentang mereka:

وَقَدِمْنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُوا۟ مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنٰهُ هَبَآءً مَّنثُورًا ﴿الفرقان:٢٣ 
“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al-Furqan: 23).
Diriwayatkan dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لأَعْلَمَنَّ (لاَ أَلْفَيَنَّ) أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِى يَأْتُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بَيْضًا فَيَجْعَلُهَا اللهُ عز و جل هَبَاءً مَنْثُوْرًا
“Aku benar-benar mengetahui ada beberapa golongan dari umatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebajikan sebesar gunung Tihamah yang berwarna putih, lalu Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 4245).
Mengapa orang-orang yang disebutkan dalam ayat di atas sudah beramal tapi malah ganjarannya Neraka? Mengapa amalan mereka tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala? 


Karena ibadah yang dilakukan bukan karena Allah..bukan mengharap rahmat dan ridho Allah. Ibadah yang dilakukan ada syirik yang tersembunyi dalam hatinya yaitu riya'.

Inna sholaati wanu suuki wamahyaaya wamamaati lillahirabbil'aalamiin (sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam).
Semoga Allah membukakan pintu rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga setiap amal ibadah yang kita lakukan hanya mengharap ridha Allah bukan sekedar sensasi atau mencari popularitas di hadapan manusia.
Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari mempersekutukan Engkau dan aku mengetahuinya. Dan aku mohon ampun dari segala apa yang tidak aku ketahui.



No comments:

Post a Comment