Siapakah Al-Masih
Ad-Dajjal itu?
عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ
اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَمْكُثُ
أَبُو الدَّجَّالِ وَأُمُّهُ ثَلاَثِينَ عَامًا لاَ يُولَدُ لَهُمَا وَلَدٌ، ثُمَّ
يُولَدُ لَهُمَا غُلاَمٌ أَعْوَرُ، أَضَرُّ شَيْءٍ وَأَقَلُّهُ مَنْفَعَةً، تَنَامُ
عَيْنَاهُ وَلاَ يَنَامُ قَلْبُهُ، ثُمَّ نَعَتَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَوَيْهِ، فَقَالَ : أَبُوهُ طِوَالٌ ضَرْبُ اللَّحْمِ كَأَنَّ
أَنْفَهُ مِنْقَارٌ، وَأُمُّهُ فِرْضَاخِيَّةٌ طَوِيلَةُ الْيَدَيْنِ. رواه الترمذي
٢٢٤٨
Dari Abu Bakrah r.a,
berkata : Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam, bersabda : “Bapak dan ibunya
Dajjal menetap selama tiga puluh tahun tidak dilahirkan seorang anak-pun untuk
keduanya, kemudian dilahirkan bagi keduanya seorang anak lelaki yang bermata
satu, lagi sebahaya-bahanya sesuatu dan sedikit-dikitnya sesuatu yang bermanfaat,
kedua matanya tidur, akan tetapi hatinya tidak tidur, kemudian Rasulullah
Shollallaah ‘alaih wa sallam, mensifati kedua orang tuanya untuk kami, lalu
beliau bersabda : “Bapaknya berpostur tinggi, terkoyak-koyak kulitnya,
seolah-olah hidungnya paruh burung, dan ibunya adalah seorang wanita yang
bertubuh besar, panjang kedua tangannya”. (H.R. At-Tirmidzi, No Hadits : 2248).
Dimanakah Ad-Dajjal
sekarang ini?
Dajjal sekarang ini
disembunyikan oleh Allah Ta’aala, di suatu pulau terpencil dalam keadaan
terikat, sebagaimana keterangan hadits panjang berikut ini :
عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتَ قَيْسٍ
رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : جَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
عَلَى الْمِنْبَرِ، وَهُوَ يَضْحَكُ، فَقَالَ : لِيَلْزَمْ كُلُّ إِنْسَانٍ مُصَلاَّهُ،
ثُمَّ قَالَ : أَتَدْرُونَ لِمَ جَمَعْتُكُمْ؟ قَالُوا : اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ،
قَالَ : إِنِّي وَاللَّهِ، مَا جَمَعْتُكُمْ لِرَغْبَةٍ وَلاَ لِرَهْبَةٍ وَلَكِنْ
جَمَعْتُكُمْ لِأَنَّ تَمِيمًا الدَّارِيَّ كَانَ رَجُلاً نَصْرَانِيًّا، فَجَاءَ فَبَايَعَ
وَأَسْلَمَ، وَحَدَّثَنِي حَدِيثًا وَافَقَ الَّذِي كُنْتُ أُحَدِّثُكُمْ عَنْ مَسِيحِ
الدَّجَّالِ، حَدَّثَنِي أَنَّهُ رَكِبَ فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ مَعَ ثَلاَثِينَ
رَجُلاً مِنْ لَخْمٍ وَجُذَامَ، فَلَعِبَ بِهِمُ الْمَوْجُ شَهْرًا فِي الْبَحْرِ،
ثُمَّ أَرْفَئُوا إِلَى جَزِيرَةٍ فِي الْبَحْرِ حَتَّى مَغْرِبِ الشَّمْسِ، فَجَلَسُوا
فِي أَقْرُبِ السَّفِينَةِ، فَدَخَلُوا الْجَزِيرَةَ، فَلَقِيَتْهُمْ دَابَّةٌ أَهْلَبُ
كَثِيرُ الشَّعَرِ، لاَ يَدْرُونَ مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ،
فَقَالُوا : وَيْلَكِ مَا أَنْتِ؟ فَقَالَتْ : أَنَا الْجَسَّاسَةُ، قَالُوا : وَمَا
الْجَسَّاسَةُ؟ قَالَتْ : أَيُّهَا الْقَوْمُ، إِنْطَلِقُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ
فِي الدَّيْرِ! فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِاْلأَشْوَاقِ، قَالَ : لَمَّا سَمَّتْ
لَنَا رَجُلاً فَرِقْنَا مِنْهَا أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً، قَالَ : فَانْطَلَقْنَا
سِرَاعًا حَتَّى دَخَلْنَا الدَّيْرَ فَإِذَا فِيهِ أَعْظَمُ إِنْسَانٍ، رَأَيْنَاهُ
قَطُّ خَلْقًا وَأَشَدُّهُ وِثَاقًا مَجْمُوعَةٌ يَدَاهُ إِلَى عُنُقِهِ مَا بَيْنَ
رُكْبَتَيْهِ إِلَى كَعْبَيْهِ بِالْحَدِيدِ، قُلْنَا : وَيْلَكَ، مَا أَنْتَ؟
قَالَ : قَدْ قَدَرْتُمْ
عَلَى خَبَرِي، فَأَخْبِرُونِي مَا أَنْتُمْ؟ قَالُوا : نَحْنُ أُنَاسٌ مِنَ الْعَرَبِ،
رَكِبْنَا فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ فَصَادَفْنَا الْبَحْرَ حِينَ اغْتَلَمَ، فَلَعِبَ
بِنَا الْمَوْجُ شَهْرًا، ثُمَّ أَرْفَأْنَا إِلَى جَزِيرَتِكَ هَذِهِ، فَجَلَسْنَا
فِي أَقْرُبِهَا، فَدَخَلْنَا الْجَزِيرَةَ، فَلَقِيَتْنَا دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرُ
الشَّعَرِ لاَ يُدْرَى مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ، فَقُلْنَا
: وَيْلَكِ مَا أَنْتِ؟ فَقَالَتْ : أَنَا الْجَسَّاسَةُ، قُلْنَا : وَمَا الْجَسَّاسَةُ؟
قَالَتْ : إِعْمِدُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي الدَّيْرِ! فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ
بِاْلأَشْوَاقِ، فَأَقْبَلْنَا إِلَيْكَ سِرَاعًا وَفَزِعْنَا مِنْهَا وَلَمْ نَأْمَنْ
أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً، فَقَالَ : أَخْبِرُونِي، عَنْ نَخْلِ بَيْسَانَ! قُلْنَا
: عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ؟ قَالَ : أَسْأَلُكُمْ عَنْ نَخْلِهَا، هَلْ يُثْمِرُ؟
قُلْنَا لَهُ : نَعَمْ، قَالَ : أَمَا إِنَّهُ يُوشِكُ أَنْ لاَ تُثْمِرَ، قَالَ :
أَخْبِرُونِي عَنْ بُحَيْرَةِ الطَّبَرِيَّةِ! قُلْنَا : عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ؟
قَالَ : هَلْ فِيهَا مَاءٌ؟ قَالُوا : هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ، قَالَ : أَمَا إِنَّ
مَاءَهَا يُوشِكُ أَنْ يَذْهَبَ، قَالَ : أَخْبِرُونِي عَنْ عَيْنِ زُغَرَ! قَالُوا
: عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ؟ قَالَ : هَلْ فِي الْعَيْنِ مَاءٌ، وَهَلْ يَزْرَعُ
أَهْلُهَا بِمَاءِ الْعَيْنِ؟ قُلْنَا لَهُ : نَعَمْ، هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ وَأَهْلُهَا
يَزْرَعُونَ مِنْ مَائِهَا، قَالَ : أَخْبِرُونِي عَنْ نَبِيِّ اْلأُمِّيِّينَ! مَا
فَعَلَ؟ قَالُوا : قَدْ خَرَجَ مِنْ مَكَّةَ وَنَزَلَ يَثْرِبَ،
قَالَ : أَقَاتَلَهُ الْعَرَبُ؟
قُلْنَا : نَعَمْ، قَالَ : كَيْفَ صَنَعَ بِهِمْ؟ فَأَخْبَرْنَاهُ : أَنَّهُ قَدْ ظَهَرَ
عَلَى مَنْ يَلِيهِ مِنَ الْعَرَبِ وَأَطَاعُوهُ، قَالَ لَهُمْ : قَدْ كَانَ ذَلِكَ؟
قُلْنَا : نَعَمْ، قَالَ : أَمَا إِنَّ ذَاكَ خَيْرٌ لَهُمْ أَنْ يُطِيعُوهُ، وَإِنِّي
مُخْبِرُكُمْ عَنِّي، إِنِّي أَنَا الْمَسِيحُ، وَإِنِّي أُوشِكُ أَنْ يُؤْذَنَ لِي
فِي الْخُرُوجِ، فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِي اْلأَرْضِ فَلاَ أَدَعَ قَرْيَةً إِلاَّ
هَبَطْتُهَا فِي أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ
عَلَيَّ، كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًا مِنْهُمَا
إِسْتَقْبَلَنِي مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِي عَنْهَا، وَإِنَّ عَلَى
كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلاَئِكَةً يَحْرُسُونَهَا، قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَطَعَنَ بِمِخْصَرَتِهِ فِي الْمِنْبَرِ : هَذِهِ
طَيْبَةُ، هَذِهِ طَيْبَةُ، هَذِهِ طَيْبَةُ، يَعْنِي الْمَدِينَةَ. {رواه مسلم (٢٩٤٢)}.
في صحيحه
Dari Fathimah binti
Qais r.a, berkata : “Rasulullah duduk di atas mimbar, dan beliau tertawa, lalu
beliau bersabda : “Hendaklah tetap masing-masing manusia di tempat sholatnya!,
kemudian beliau bersabda : “Apakah kalian tahu mengapa aku mengumpulkan
kalian?, mereka menjawab : Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu, beliau bersabda
: Sesungguhnya aku, demi Allah tidak mengumpulkan kalian karena suatu
kegembiraan atau suatu ketakutan, akan tetapi aku mengumpulkan kaliankarena
sesungguhnya Tamim Ad-Dari seorang lelaki Nasrani telah datang kepadaku, lalu
ia berba’iat dan masuk agama Islam, dan ia berbicara kepadaku dengan
suatupembicaraan yang sesuai dengan apa yang telah aku bicarakan kepada kalian
tentang Masih Ad-Dajjal. Ia bercerita kepadaku, sesungguhnya ia telah naik
perahu di lautan beserta tiga puluh orang laki-laki dari suku Lakham dan
Judzam, lalu ombak mengombang-ambingkan mereka selama satu bulan di lautan,
kemudian mereka terdampar ke suatu pulau di tengah laut hingga matahari
tenggelam, lalu mereka duduk di suatu tempat yang dekat dengan perahu, lalu
mereka memasuki pulau itu, lalu ada seekor binatang yang kasar rambutnya lagi
lebat bulunya menemui mereka, dan mereka tidak mengetahui mana qubulnya dan
mana duburnya karena begitu lebatnya bulu binatang tersebut, lalu mereka
berkata : “celaka, siapakah kamu?, ia menjawab : Aku adalah Al-Jassasah, mereka
bertanya : Apakah Al-Jassasah itu?, ia berkata : Wahai kaum, pergilah kalian
menuju seorang lelaki di dalam biara ini!, karena sesungguhnya ia sangat
menanti kabar dari kalian, ia (Tamim Ad-Dari) berkata : Tatkala ia menyebut
seorang lelaki kepada kami, maka kami-pun tekejut karenanya kalau-kalau ia
adalah syetan. Lalu kami segera pergi hingga kami memasuki biara itu, tiba-tiba
di dalamnya ada sebesar-besarnya manusia yang tidak pernah kami lihat makhluq
sebesar itu, ia terikat dengan sekuat-kuatnya ikatan, kedua tangannya hingga
lehernya diikat di antara kedua lututnya hingga kedua matakakinya dengan besi.
Kami berkata : “celaka, siapakah kamu?, iamenjawab : Sungguh kalian telah
ditakdirkan atas beritaku, maka kabarkanlah kepadaku, siapakah kalian? Mereka
menjawab : Kami adalah manusia dari Arab, kami naik perahu di lautan, lalu kami
menghadapilaut tatkala bergelombang, maka ombaknya telah mengombang-ambingkan
kami selama satu bulan, lalu kami terdampar ke pulaumu ini, lalu kami duduk di
suatu tempat dekat dengan perahu, lalu kami memasuki pulau ini, lalu ada seekor
binatang yang kasar rambutnya lagi lebat bulunya menemui kami, tidak diketahui
mana qubulnya dan mana duburnya karena terlalu lebat bulunya, lalu kami berkata
: “celaka, siapakah kamu?, ia menjawab : Aku adalah Al-Jassasah, kami bertanya
: Apakah Al-Jassasah itu?, ia berkata : Menujulah kalian kepada seorang lelaki
di dalam biara ini! Karena sesungguhnya ia sangat menantikan kabar dari kalian,
lalu kami menuju kepadamu dengan segera, dan kami terkejut karenanya, dan kami
tidak akan aman bila kamu adalah syetan, lalu lelaki itu berkata : Kabarkanlah
kepadaku tentang kurma Baisan!, kami berkata : Tentang apanya yang kamu tanya
beritanya? Ia menjawab : Aku bertanya kepadamu tentang buahnya, apakah ia masih
berbuah?, kami berkata kepadanya : “Ya, ia berkata : Ingat-ingatlah,
sesungguhnya sebentar lagi ia tidak akan berbuah, ia berkata : Kabarkanlah
kepadaku tentang Danau Tiberia!, kami menjawab : Tentang apanya yang kamu tanya
beritanya?, ia berkata : Apakah di dalamnya masih ada airnya?, mereka menjawab
: Ia masih banyak airnya, ia berkata : Ingat-ingatlah, bahwasanya airya
sebentar lagi akan hilang, ia berkata : Kabarkanlah kepadaku tentang mata air
Zughar (di Syam), mereka berkata : Tentang apanya yang kamu tanya beritanya?,
Ia berkata : Apakah di dalam mata air itu masih ada airnya?, dan apakah
penduduknya masih bertani dengan mata air itu?, kami berkata kepadanya : “Ya,
Ia masih banyak airnya, dan penduduknya masih bertani dengan mata air itu, ia
berkata : Kabarkanlah kepadaku tentang Nabinya orang-orang ummi, apakah yang
telah ia lakukan?, mereka menjawab : Sungguh ia telah keluar dari Makkah dan
menetap di Yatsrib, ia bertanya : Apakah orang-orang Arab telah memeranginya?,
kami menjawab : “Ya, ia berkata : Bagaimanakah yang telah ia perbuat dengan
mereka?, lalu kami mengabarkan kepadanya, sesungguhnya ia telah mengalahkan
orang-orang yang berada di sekitarnya dari penduduk Arab, dan mereka telah
manta’atinya, ia berkata kepada mereka : Sungguhkah telah ada kejadian seperti
itu?, kami berkata : “Ya, ia berkata : Ingat-ingatlah, sesungguhnya hal itu
adalah lebih baik bagi mereka bila mereka menta’atinya, dan sesungguhnya aku
adalah orang yang akan mengabarkan kepada kalian tentang diriku, sesungguhnya
aku adalah Al-Masih (Ad-Dajjal), dan sesungguhnya aku sebentar lagi akan
diizinkan untuk keluar, lalu aku akan keluar dan berjalan di muka bumi, maka
aku tidak akan meninggalkan satu desa (negeri) melainkan aku akan menuruninya
selama empat puluh malam, selain kota Makkah dan Thibah, maka keduanya adalah
diharamkan bagiku, masing-masing keduanya setiap kali aku berkeinginan untuk
memasukinya sekaligus atau memasuki salah satu dari keduanya, maka ada seorang
malaikat menghadangku yang di tangannya ada pedang mengkilap tajam yang
terhunus, ia menghalauku darinya, dan sesungguhnya di setiap celahnya (Makkah
dan Thibah) ada beberapa malaikat yang menjaganya. Ia (Fathimah binti Qois
r.a,) berkata : Rasulullah SAW, bersabda sambil menghentak dengan tongkatnya di
dalam mimbar : Inilah Thibah, inilah Thibah, inilah Thibah, yang beliau maksud
adalah Kota Madinah”. (H.R. Muslim, No Hadits : 2942).
Di dalam lanjutan
hadits tersebut juga telah dijelaskan, bahwa Rasulullah SAW, bersabda :
“Ingat-ingatlah, sesungguhnya ia adalah lautan negeri Syam atau lautan negeri
Yaman, bahkan ia dari arah timur”. Beliau berisyarat dengan tangannya menuju ke
arah timur.
Pada awalnya Tamim
Ad-Dari r.a, adalah salah seorang tokoh agama Nasrani. Dan setelah ia masuk
agama Islam, maka ia menjadi salah satu sahabat Nabi Shollallaah ‘alaih wa
sallam, yang terkemuka, dan Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam, juga
sering memujinya. Dan dialah orang yang telah meriwayatkan hadits : “Ad-Diinu
An-Nashiihah”.
Ciri-Ciri Al-Masih
Ad-Dajjal
Al-Masih Ad-Dajjal
memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Matanya yang kanan terhapus (mamsukh), dan
matanya yang kiri keluar bagaikan buah anggur yang timbul, di antara kedua
matanya tertulis huruf “KAF – FA’ – RO”, yang berarti KAFIR, dan ia akan datang
mengaku sebagai Tuhan dengan membawa sesuatu yang menyerupai surga dan neraka.
Dan berikut ini adalah penjelasan dalil-dalilnya :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ
اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ
الدَّجَّالَ بَيْنَ ظَهْرَانَيِ النَّاسِ، فَقَالَ : إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَيْسَ
بِأَعْوَرَ، أَلاَ وَإِنَّ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُمْنَى،
كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِئَةٌ. {رواه البخاري (٣٤٣٩)، ومسلم (٢٩٣٣)}. في صحيحيهما
Dari Ibnu Umar r.a,
sesungguhnya Rasulullah SAW, menyebut Dajjal di tengah-tengah manusia, lalu
beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak buta sebelah, ingat-ingatlah
sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal buta matanya sebelah yang kanan, seolah-olah
matanya yang kiri adalah buah anggur yang melotot”. (H.R. Al-Bukhari, No Hadits
: 3439, dan Muslim, No Hadits : 2933).
Ad-Dajjal diberi
julukan Al-Masih itu karena matanya yang kanan terhapus (mamsukhul ‘aini
al-yumna), atau karena ia Al-A’war, dan Al-A’war itu biasa disebut dengan
Al-Masikh.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
: مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ، أَلاَ
إِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ، وَمَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ
: ك ف ر، أي كَافِرٌ.
رواه البخاري (٧١٣١)، ومسلم
(٢٩٣٣). صحيح
\Dari Anas bin Malik
r.a, berkata : Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam, bersabda : “Tidaklah
dari seorang nabi melainkan sungguh ia telah memperingatkan umatnya terhadap
yang buta sebelah lagi pendusta, ingat-ingatlah sesungguhnya ia (Dajjal) adalah
buta matanya sebelah, dan sesungguhnya Tuhan kalian tidak buta sebelah, dan
tertulis di antara kedua matanya : KAF – FA’ – RO”, yaitu KAFIR”. (H.R.
Al-Bukhari, No Hadits : 7131, dan Muslim, No Hadits : 2933).
Imam Muslim juga telah
meriwayatkan, bahwa tulisan ini dapat dibaca oleh setiap orang mukmin yang bisa
menulis maupun yang tidak bisa menulis.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
: أَلاَ أُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا عَنِ الدَّجَّالِ مَا حَدَّثَ بِهِ نَبِيٌّ قَوْمَهُ،
إِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّهُ يَجِيءُ مَعَهُ بِمِثَالِ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ، فَالَّتِي
يَقُولُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ، وَإِنِّي أُنْذِرُكُمْ كَمَا أَنْذَرَ
بِهِ نُوحٌ قَوْمَهُ. {رواه البخاري (٣٣٣٨)، ومسلم (٢٩٣٦)}. صحيح
Dari Abu Hurairah r.a,
berkata : Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam, bersabda : “Ingat-ingatlah,
aku akan membicarakan dengan suatu pembicaraan kepada kalian tentang Ad-Dajjal
yang tidak dibicarakan oleh seorang nabi pada kaumnya, sesungguhnya ia adalah
buta matanya sebelah, dan sesungguhnya ia akan datang membawa sesuatu yang
serupa dengan surga dan neraka, lalu apa yang dia katakan bahwa sesungguhnya ia
adalah surga, maka sebenarnya-lah bahwa itu adalah neraka, dan sesungguhnya aku
akan memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkannya kepada
kaumnya”. (H.R. Al-Bukhari, No Hadits : 3338, dan Muslim, No Hadits : 2936).
Di dalam hadits-hadits
shohih yang lainnya juga telah dijelaskan, bahwa Dajjal itu akan membawa dua
sungai yang mengalir. Yang satu sungai berupa air dan yang satunya lagi berupa
api. Kemudian Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam, juga telah mengingatkan
kepada umatnya, bahwa barangsiapa yang menjumpai Dajjal, kemudian ia dipaksa
untuk memilih keduanya, maka hendaklah ia memilih nerakanya Dajjal atau apinya
karena itu adalah surganya Allah Ta’aala.
Dajjal Membunuh Seorang
Laki-laki dan Menghidupkan Kembali
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ حَدِيثًا طَوِيلاً عَنِ الدَّجَّالِ، فَكَانَ فِيمَا حَدَّثَنَا بِهِ أَنْ
قَالَ : يَأْتِي الدَّجَّالُ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ،
بَعْضَ السِّبَاخِ الَّتِي بِالْمَدِينَةِ، فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ
هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ، فَيَقُولُ : أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ
الَّذِي حَدَّثَنَا عَنْكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثَهُ،
فَيَقُولُ الدَّجَّالُ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ، هَلْ
تَشُكُّونَ فِي اْلأَمْرِ؟ فَيَقُولُونَ : لاَ، فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ، فَيَقُولُ
حِينَ يُحْيِيهِ : وَاللَّهِ، مَا كُنْتُ قَطُّ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْيَوْمَ،
فَيَقُولُ الدَّجَّالُ : أَقْتُلُهُ، فَلاَ أُسَلَّطُ عَلَيْهِ.
رواه البخاري (١٨٨٢)، ومسلم (٢٩٣٨) . وقال مسلم
: قَالَ أَبُو إِسْحَاقَ : يُقَالُ إِنَّ هَذَا الرَّجُلَ هُوَ الْخَضِرُ عَلَيْهِ
السَّلاَمُ.
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri r.a, berkata : Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam, telah
berbicara kepada kami dengan suatu pembicaraan yang panjang tentang Dajjal,
lalu beberapa yang beliau bicarakan kepada kami, bahwa beliau bersabda :
“Dajjal akan datang, sedangkan diharamkan atasnya bila memasuki celah kota
Madinah hingga pada sebagian tanah yang nganggur yang berada di Madinah, lalu
keluar kepadanya pada waktu itu seorang lelaki yang menjadi sebaik-baiknya
manusia atau dari sebaik-baiknya manusia, lalu ia berkata : “Aku bersaksi
sesungguhnya kamu adalah Dajjal yang Rasulullah SAW, telah membicarakannya
tentang kamu”, lalu Dajjal berkata : “Apa pendapatmu jika aku mampu membunuh
orang ini, kemudian aku akan menghidupkannya kembali?, apakah kalian masih
ragu-ragu di dalam urusan ini?, lalu mereka berkata : “tidak, lalu ia membunuh
orang itu kemudian ia menghidupkannya kembali, lalu lelaki itu berkata tatkala
Dajjal telah menghidupkannya : “Demi Allah, tidaklah aku sama sekali lebih yakin
dari pada diriku pada hari ini bahwa sesungguhnya kamu adalah Dajjal”, lalu
Dajjal berkata : Aku akan membunuhnya lagi, lalu Dajjal tidak dapat menguasai
atas dirinya”. (H.R. Al-Bukhari, No Hadits : 1882, dan Muslim, No Hadits :
2938).
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
: يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فَيَتَوَجَّهُ قِبَلَهُ رَجُلٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ، فَتَلْقَاهُ
الْمَسَالِحُ مَسَالِحُ الدَّجَّالِ، فَيَقُولُونَ لَهُ : أَيْنَ تَعْمِدُ؟، فَيَقُولُ
: أَعْمِدُ إِلَى هَذَا الَّذِي خَرَجَ، فَيَقُولُونَ لَهُ : أَوَ مَاتُؤْمِنُ بِرَبِّنَا؟
فَيَقُولُ : مَا بِرَبِّنَا خَفَاءٌ، فَيَقُولُونَ : أُقْتُلُوهُ! فَيَقُولُ بَعْضُهُمْ
لِبَعْضٍ : أَلَيْسَ قَدْ نَهَاكُمْ رَبُّكُمْ أَنْ تَقْتُلُوا أَحَدًا دُونَهُ؟ قَالَ
: فَيَنْطَلِقُونَ بِهِ إِلَى الدَّجَّالِ، فَإِذَا رَآهُ الْمُؤْمِنُ، قَالَ : يَا
أَيُّهَا النَّاسُ! هَذَا الدَّجَّالُ الَّذِي ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ : فَيَأْمُرُ الدَّجَّالُ بِهِ فَيُشَبَّحُ، فَيَقُولُ
: خُذُوهُ وَشُجُّوهُ! فَيُوسَعُ ظَهْرُهُ وَبَطْنُهُ ضَرْبًا، فَيَقُولُ : أَوَ مَا
تُؤْمِنُ بِي؟ فَيَقُولُ : أَنْتَ الْمَسِيحُ الْكَذَّابُ، قَالَ : فَيُؤْمَرُ بِهِ
فَيُؤْشَرُ بِالْمِئْشَارِ مِنْ مَفْرِقِهِ حَتَّى يُفَرَّقَ بَيْنَ رِجْلَيْهِ، قَالَ
: ثُمَّ يَمْشِي الدَّجَّالُ بَيْنَ الْقِطْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَقُولُ لَهُ : قُمْ! فَيَسْتَوِي
قَائِمًا، ثُمَّ يَقُولُ لَهُ : أَتُؤْمِنُ بِي؟ فَيَقُولُ : مَا ازْدَدْتُ فِيكَ إِلاَّ
بَصِيرَةً، ثُمَّ يَقُولُ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ! إِنَّهُ لاَ يَفْعَلُ بَعْدِي بِأَحَدٍ
مِنَ النَّاسِ، قَالَ : فَيَأْخُذُهُ الدَّجَّالُ لِيَذْبَحَهُ، فَيُجْعَلَ مَا بَيْنَ
رَقَبَتِهِ إِلَى تَرْقُوَتِهِ نُحَاسًا، فَلاَ يَسْتَطِيعُ إِلَيْهِ سَبِيلاً، قَالَ
: فَيَأْخُذُ بِيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فَيَقْذِفُ بِهِ فَيَحْسِبُ النَّاسُ أَنَّمَا
قَذَفَهُ إِلَى النَّارِ، وَإِنَّمَا أُلْقِيَ فِي الْجَنَّةِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : هَذَا أَعْظَمُ النَّاسِ شَهَادَةً عِنْدَ رَبِّ
الْعَالَمِينَ. {رواه مسلم (٢٩٣٨)}. صحيح
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri r.a, berkata : Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam, telah
bersabda : “Dajjal akan keluar, lalu ada seorang lelaki dari orang-orang yang
beriman menuju kehadapannya, lalu gudang senjatanya Dajjal akan menemuinya,
lalu mereka berkata kepadanya : Kemanakah kamu akan menuju?, lalu ia menjawab :
Aku akan menuju kepada orang itu yang telah keluar, lalu mereka berkata
kepadanya : Apakah kamu tidak beriman kepada Tuhan kami?, lalu ia menjawab :
Tidakkah Tuhan kami itu tersembunyi, lalu mereka berkata : Bunuhlah ia!, lalu
sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain : Bukankah Tuhan kalian telah
melarang kalian bila kalian membunuh seseorang tanpanya?, lalu mereka pergi
membawanya kepada Dajjal, lalu tatkala orang yang beriman itu melihat
kepadanya, ia berkata : Wahai manusia, inilah Ad-Dajjal yang Rasulullah SAW,
telah menyebutkannya, lalu Dajjal menyuruh agar ia dibentangkan perutnya, lalu
ia berkata : Tindaklah ia, dan benturkanlah kepalanya, lalu punggungnya dan
perutnya di lebarkan dengan suatu pukulan, lalu ia berkata : Apakah kamu tidak
beriman kepadaku?, ia menjawab : Kamu adalah Al-Masih Ad-Dajjal sang pendusta,
lalu diperintahkan kepadanya agar ia digergaji dengan gergaji dari
tengah-tengah kepalanya hingga terbelah di antara kedua kakinya, kemudian
Dajjal berjalan di antara dua potongan tubuh itu, kemudian ia berkata kepadanya
: Berdirilah!, lalu tiba-tiba tubuh itu berdiri tegak, kemudian ia berkata
kepadanya : Apakah kamu beriman kepadaku?, ia menjawab : Tidaklah aku bertambah
tentangmu melainkan aku bertambah yakin bahwa kamu adalah Dajjal, kemudian
lelaki ituberkata : Wahai manusia, sesungguhnya ia tidak akan berbuat apa-apa
setelahku pada seorang pun dari manusia, lalu Dajjal akan menangkapnyaagar ia
dapatmenyembelihnya, lalu dijadikanlah di antara lehernya dan kerongkongannya
sebuah tembaga, maka Dajjal tidak mampu mendapatkan jalan kepadanya, (perawi)
berkata : lalu ia memegang kedua tangannya dan kedua kakinya, lalu ia
melemparkannya, maka manusia mengira bahwa Dajjal melemparkannya ke neraka, dan
sesungguhnya ia telah dilemparkan ke dalam surga. Lalu Rasulullah SAW, bersabda
: “Itulah seagung-agungnya manusia berupa kesyahidannya di sisi Tuhan semesta
alam”. (H.R. Muslim, No Hadist : 2938).
Lamanya Ad-Dajjal Di
Muka Bumi
Al-Masih Ad-Dajjal akan
membikin kerusakan di muka bumi selama “Empat puluh hari”, yang lamanya
sebanding dengan 439 (empat ratus tiga puluh sembilan) hari. Karena yang satu
hari seperti satu tahun, dan yang satu hari lagi seperti satu bulan, dan satu
hari kemudian seperti satu Jum’at, lalu sisanya hari-harinya itu seperti
hari-hari biasa.
Di dalam sebuah hadits
yang panjang, Imam Muslim rahimahullah, telah meriwayatkan :
عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
الدَّجَّالَ ذَاتَ غَدَاةٍ، فَخَفَّضَ فِيهِ وَرَفَّعَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ
النَّخْلِ، فَلَمَّا رُحْنَا إِلَيْهِ عَرَفَ ذَلِكَ فِينَا، فَقَالَ : مَا شَأْنُكُمْ؟
قُلْنَا : يَا رَسُولَ اللَّهِ! ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ غَدَاةً
الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي
عَلَيْكُمْ، إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيكُمْ، فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ، وَإِنْ يَخْرُجْ
وَلَسْتُ فِيكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ، وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ،
إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ، عَيْنُهُ طَافِئَةٌ، كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى
بْنِ قَطَنٍ، فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ
سُورَةِ الْكَهْفِ، إِنَّهُ
خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّامِ وَالْعِرَاقِ، فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالاً،
يَا عِبَادَ اللَّهِ! فَاثْبُتُوا، قُلْنَا : يَا رَسُولَ اللَّهِ! وَمَا لَبْثُهُ
فِي اْلأَرْضِ؟ قَالَ : أَرْبَعُونَ يَوْمًا، يَوْمٌ كَسَنَةٍ، وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ،
وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ، وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ، قُلْنَا : يَا رَسُولَ
اللَّهِ! فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَسَنَةٍ، أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلاَةُ يَوْمٍ؟
قَالَ : لاَ، أُقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ، قُلْنَا : يَا رَسُولَ اللَّهِ! وَمَا إِسْرَاعُهُ
فِي اْلأَرْضِ؟ قَالَ : كَالْغَيْثِ اسْتَدْبَرَتْهُ الرِّيحُ، فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ
فَيَدْعُوهُمْ فَيُؤْمِنُونَ بِهِ، وَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ،
وَاْلأَرْضَ فَتُنْبِتُ فَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًا
وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ، ثُمَّ يَأْتِي الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ
فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ، فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ
لَيْسَ بِأَيْدِيهِمْ شَيْءٌ مِنْ أَمْوَالِهِمْ، وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ
لَهَا : أَخْرِجِي كُنُوزَكِ! فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ، ثُمَّ
يَدْعُو رَجُلاً مُمْتَلِئًا شَبَابًا، فَيَضْرِبُهُ
بِالسَّيْفِ فَيَقْطَعُهُ
جَزْلَتَيْنِ رَمْيَةَ الْغَرَضِ، ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيُقْبِلُ وَيَتَهَلَّلُ وَجْهُهُ
يَضْحَكُ، فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ،
فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ
وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ، إِذَا طَأْطَأَ رَأْسَهُ قَطَرَ،
وَإِذَا رَفَعَهُ
تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ
كَاللُّؤْلُؤِ، فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ، وَنَفَسُهُ
يَنْتَهِي حَيْثُ يَنْتَهِي طَرْفُهُ، فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ
فَيَقْتُلُهُ، ثُمَّ يَأْتِي عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ
مِنْهُ، فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ،
فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى اللَّهُ إِلَى عِيسَى : إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ
عِبَادًا لِي لاَ يَدَانِ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ، فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ!
وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ، وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ،
فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا، وَيَمُرُّ
آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ : لَقَدْ كَانَ بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ، وَيُحْصَرُ نَبِيُّ
اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لِأَحَدِهِمْ خَيْرًا
مِنْ مِائَةِ دِينَارٍ لِأَحَدِكُمُ الْيَوْمَ، فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى
وَأَصْحَابُهُ، فَيُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهِمُ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ، فَيُصْبِحُونَ
فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، ثُمَّ يَهْبِطُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ
إِلَى اْلأَرْضِ، فَلاَ يَجِدُونَ فِي اْلأَرْضِ
مَوْضِعَ شِبْرٍ إِلاَّ مَلَأَهُ
زَهَمُهُمْ وَنَتْنُهُمْ، فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللَّهِ،
فَيُرْسِلُ اللَّهُ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ الْبُخْتِ، فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ
حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ، ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ مَطَرًا لاَ يَكُنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ
وَلاَ وَبَرٍ، فَيَغْسِلُ اْلأَرْضَ حَتَّى يَتْرُكَهَا كَالزَّلَفَةِ، ثُمَّ يُقَالُ
لِلْأَرْضِ : أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ، وَرُدِّي بَرَكَتَكِ! فَيَوْمَئِذٍ تَأْكُلُ الْعِصَابَةُ
مِنَ الرُّمَّانَةِ، وَيَسْتَظِلُّونَ بِقِحْفِهَا، وَيُبَارَكُ فِي الرِّسْلِ حَتَّى
أَنَّ اللِّقْحَةَ مِنَ اْلإِبِلِ لَتَكْفِي الْفِئَامَ مِنَ النَّاسِ، وَاللِّقْحَةَ
مِنَ الْبَقَرِ لَتَكْفِي الْقَبِيلَةَ مِنَ النَّاسِ، وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْغَنَمِ
لَتَكْفِي الْفَخِذَ مِنَ النَّاسِ، فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ
رِيحًا طَيِّبَةً، فَتَأْخُذُهُمْ تَحْتَ آبَاطِهِمْ، فَتَقْبِضُ رُوحَ كُلِّ مُؤْمِنٍ
وَكُلِّ مُسْلِمٍ، وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ،
فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ. {رواه مسلم (٢٩٣٧)}. صحيح
Dari An-Nawwas bin
Sam’an r.a, berkata : Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam, menyebut Dajjal
pada suatu pagi, lalu beliau merendahkan di dalamnya dan juga meninggikannya,
sehingga kami mengiranya berada di dalam rimbunan pohon kurma, lalu tatkala
kami datang kepada beliau, beliau mengenali hal itu di dalam diri kami, lalu
beliau bersabda : Apakah yang kalian inginkan?, kami berkata : Wahai
Rasulullah, engkau telah menyebut Dajjal pada suatu pagi, lalu engkau
merendahkan di dalamnya dan engkau juga meninggikannya, sehingga kami
mengiranya berada dalam rimbunan pohon kurma, lalu beliau bersabda : “Bukan
Dajjal yang aku takutkan atas kalian jika ia keluar sedangkan aku berada di
tengah-tengah kalian, maka akulah yang mengalahkannya tanpa kalian, dan jika ia
keluar sedangkan aku tidak berada di tengah-tengah kalian, maka seseorang
mengalahkan dirinya sendiri, dan Allah adalah penggantiku atas tiap-tiap orang
Islam, sesungguhnya ia (Dajjal) itu adalah seorang pemuda yang sangat keriting
rambunya (kribo), matanya yang kiri menonjol keluar, seolah-olah aku
menyerupakan ia dengan Abdul ‘Uzza bin Qothon, barangsiapa yang mendapatinya
dari kalian, maka hendaklah ia membaca pembukaannya surat Al-Kahfi,
sesungguhnya ia akan keluar di antara negeri Syam dan Irak, lalu ia akan
membuat kerusakan di kiri dan kanan. Wahai hamba Allah, tetaplah kalian!, kami
berkata : Wahai Rasulullah!, berapa lamakah menetapnya ia di muka bumi?, beliau
bersabda : “Empat puluh hari”, satu hari seperti satu tahun, dan satu hari
seperti satu bulan, dan satu hari seperti satu Jum’at, lalu sisanya
hari-harinya itu seperti hari-hari kalian, kami berkata : Wahai Rasulullah!,
itu satu hari yang seperti satu tahun, apakah sholat sehari mencukupi kami di
dalamnya?, beliau menjawab : “Tidak, kira-kirakanlah pada seukurannya!, kami
berkata : Wahai Rasulullah! bagaimanakah kecepatannya di muka bumi?, beliau
menjawab : seperti hujan yang diterpa angin, lalu ia mendatangi suatu kaum dan
mengajak mereka, lalu mereka beriman kepadanya dan mereka memenuhi ajakannya,
lalu ia memerintahkan langit, maka langsung turun hujan, dan ia memerintahkan
bumi, maka langsung tumbuh tanaman lalu hewan ternak mereka pergi ke padang
rumput mereka yang lebih panjang dari pada punuknya dan air susunya melimpah,
dan temboloknya penuh berisi makanan, kemudian ia datang kepada suatu kaum,
lalu ia mengajak kepada mereka, lalu mereka menolak perkataannya kepadanya,
lalu ia berpaling dari mereka, lalu mereka masuk waktu pagi dalam keadaan
pucat, tidak ada di tangan mereka sesuatupun dari harta mereka, dan ia melewati
lubang, lalu ia berkata kepada lubang itu : Keluarkanlah gudang hartamu!, lalu
gudang harta itu mengikutinya seperti lebah mengikuti pejantannya, kemudian ia
memanggil seorang lelaki yang penuh dengan kemudahan, lalu ia memukulnya dengan
pedang, lalu ia memotongnya menjadi dua bagian sejauh lemparan anak panah,
kemudian ia memanggilnya, lalu ia menghadap dan wajahnya bercahaya sedang
tertawa, lalu tatkala ia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba Allah mengutus
Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalaam, maka beliau turun dari atas menara putih
sebelah Timur kota Damsyiq, di antara dua Mahrud dalam keadaan meletakkan kedua
telapak tangannya di atas sayap kedua malaikat. Apabila ia menundukkan
kepalanya maka meneteskan air, dan apabila ia mengangkat kepalanya maka
bercucuran darinya berupa benih-benih air seperti mutiara, maka tidak halal
bagi orang kafir yang mendapatkan bahu dirinya melainkan ia akan mati, dan
jiwanya akan habis sekiranya habis ujungnya, lalu beliau akan mencari Dajjal
hingga beliau mendapatkannya di pintu Lud (Baitul Maqdis), lalu beliau akan
membunuh Dajjal. Kemudian Nabi Isa bin Maryam akan mendatangi suatu kaum yang
Allah telah menjaganya dari Dajjal, lalu beliau mengusap rasa ketakutan dari
wajah-wajah mereka, kemudian beliau bercerita kepada mereka tentang derajat
mereka di dalam surga. Lalu tatkala beliau dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba
Allah memberikan wahyu kepada Nabi Isa ‘alaihissalaam, : “Sesungguhnya Aku
telah mengeluarkan beberapa hamba untuk-Ku, yang tidak kuasa seorang-pun untuk
membunuh mereka, maka bentengilah hamba-hamba-Ku itu ke gunung Thur. Lalu Allah
mengirimkan Ya’juj dan Ma’juj, sedangkan mereka dari tiap-tiap tempat yang
tinggi akan meluncur dengan cepat. Lalu kelompok yang pertama dari mereka akan
melewati Danau Tiberia, lalu mereka akan meminum apa-apa yang berada di
dalamnya. Dan kelompok yang terakhir dari mereka akan melewatinya pula, lalu
mereka akan berkata : Sungguh di sini pernah ada airnya. Sedangkan Nabi Isa dan
teman-temannya akan dikurung, sehingga adanya satu kepala sapi jantan bagi
mereka itu lebih baik dari pada seratus dinar bagi kalian pada hari itu. Lalu
Nabi Isa dan teman-temannya memohon kepada Allah, maka Allah mengutus ulat atau
cacing pita kepada mereka di dalam leher-leher mereka (Ya’juj dan Ma’juj), lalu
pada waktu paginya mereka terkapar mati seperti kematianya satu jiwa. Kemudian
Nabi Isa dan teman-temannya turun ke bumi, lalu mereka tidak mendapatkan di
muka bumi satu tempat sejengkal-pun melainkan telah penuh dengan bau busuk
mereka dan bau bangkai mereka. Lalu Nabi Isa dan teman-temannya memohon kepada
Allah, lalu Allah mengutus seekor burung seperti leher keberuntungan, lalu
burung itu membawa mereka, lalu melemparkannya di mana saja yang telah Allah
kehendaki. Kemudian Allah mengirimkan hujan yang tidak ada dari suatu rumah
yang terbuat dari tanah maupun terbuat dari bulu, lalu Dia mencuci bumi
sehingga meninggalkannya dalam keadaan bersih mengkilap. Kemudian dikatakan
kepada bumi : Tumbuhkanlah buah-buahanmu!, dan kembalikanlah keberkahanmu!,
maka pada hari itu sekumpulan orang makan dari buah delima, dan mereka bernaung
di bagian dalam kulitnya, dan diberkahi di dalam air susunya, sehingga satu
puting susu unta mencukupi untuk sekumpulan besar dari manusia, dan satu puting
susu dari sapi mencukupi satu kabilah dari manusia, dan satu puting susu dari
kambing mencukupi satu keluarga dari manusia. Lalu tatkala mereka dalam keadaan
seperti itu, tiba-tiba Allah mengirimkan angin yang berbau harum, lalu angin
itu mengambil mereka di bawah ketiak mereka, lalu dengan angin itu Allah
mencabut nyawanya tiap-tiap orang yang beriman dan tiap-tiap orang Islam, lalu
tersisalah seburuk-buruknya manusia, mereka bersetubuh di dalamnya dengan
persetubuhannya keledai (seks bebas seperti layaknya persetubuhannya keledai),
maka kepada merekalah terjadinya kiamat”. (H.R. Muslim, No Hadits : 2937).
Berlindung Dari
Fitnahnya Dajjal
Di dalam hadits
tersebut telah dijelaskan, bahwa barangsiapa yang bertemu dengan Dajjal
kemudian ia membaca pembukaan surat Al-Kahfi, maka ia terhindar dari Dajjal.
Dan di dalam hadits-hadits shohih yang lainnya juga dijelaskan bahwa hendaknya
ia menghafal sepuluh ayat yang pertama atau sepuluh ayat yang terakhir dari
surat Al-Kahfi.
Dan Rasulullah
Shollallaah ‘alaih wa sallam, juga telah mengajarkan do’a masyhur yang dibaca
di dalam sholat setelah membaca tasyahud akhir dan sebelum salam.
Dan salah satu do’a
tersebut adalah riwayat dari ‘Aisyah r.a, berkata : Sesungguhnya Rasulullah
Shollallaah ‘alaih wa sallam, berdo’a di dalam sholatnya :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ
بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ
بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ. {رواه البخاري (٨٣٢)، ومسلم (٥٨٩)، وأبو داود
(٨٨٠)، والنسائي (١٣٠٥)}. صحيح
“Ya
Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku
berlindung kepada-Mu dari fitnahnya Al-Masih Ad-Dajjal, dan aku berlindung
kepada-Mu dari fitnahnya kehidupan dan kematian, Ya Allah, sesungguhnya aku
berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang”. (H.R. Al-Bukhari, No
Hadits : 832, dan Muslim, No Hadits : 589, dan Abu Dawud, No Hadits : 880, dan
An-Nasa’i, No Hadits : 1305).
Perlu diketahui, bahwa
Imam Ibnu Majah rahimahullah, telah meriwayatkan, sesungguhnya sebelum
keluarnya Dajjal akan ada kehidupan yang sangat sulit selama tiga tahun. Pada
waktu itu akan terjadi masa-masa kelaparan melanda di mana-mana. Allah Ta’aala,
akan memerintahkan kepada langit agar tidak menurunkan hujan, dan memerintahkan
kepada bumi agar tidak menumbuhkan tanamannya. Dan anehnya pada waktu itu
bacaan Tahlil, Takbir, Tasbih, dan Tahmid akan mampu menggantikan makanan,
sehingga barangsiapa yang membacanya, maka ia tidak akan merasa kelaparan.
Wallahu A’lam.
No comments:
Post a Comment