Dari Huzaifah bin Asid
Al-Ghifari Ra. ia berkata: "Datang kepada kami Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam dan kami waktu itu sedang bertukar pikiran. Lalu beliau
bersabda: "Apa yang kamu bicarakan?" Kami menjawab: "Kami sedang
berbicara tentang hari qiamat." Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kamu melihat sebelumnya
sepuluh macam tanda-tandanya. "Kemudian beliau menyebutkannya: "
Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa
bin Maryam Alaihissalam, Ya'juj dan Ma'juj, tiga kali gempa bumi, sekali di
timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab, yang akhir sekali
adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia ke
Padang Mahsyar mereka." (HR. Muslim)
Sepuluh tanda-tanda
qiamat yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam Hadits
ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar yang akan terjadi ketika hampir
tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:
1. Dukhan (asap) yang
akan keluar dan mengakibatkan penyakit seperti selesma di kalangan orang-orang
yang beriman dan akan mematikan orang kafir.
2. Dajjal yang akan
membawa fitnah besar yang akan menguji keimanan, sehingga banyak orang yang
akan tertipu dengan seruannya.
Dajjal pembawa fitnah
di akhir zaman, menurut Al-hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sejak Allah swt
menciptakan Nabi Adam a.s. sampai ke hari kiamat nanti, tidak ada satu ujian
pun yang lebih dahsyat daripada Dajjal".
Namun istilah Ad-Dajjal, merujuk pada sosok "Penyamar" atau
"Pembohong" yang muncul menjelang kiamat. Istilahnya adalah Al-Masih
Ad-Dajjal (Al Masih Palsu). Dajjal tidak disebut dalam Al Quran, tetapi
terdapat dalam hadits yang menguraikan sifat-sifat Dajjal. Berdasarkan
kepercayaan yang telah umum dalam kalangan muslim, karakteristik ad-Dajjal
adalah sebagai berikut:
Dajjal memiliki cacat
fisik berupa mata kanan yang buta, dan mata kiri yang dapat melihat tetapi
berwarna gelap (hitam). Dalam beberapa hadits menjelaskan ia hanya memiliki
sebuah mata. Ia akan menunggangi keledai putih yang satu langkahnya sama dengan
satu mil jaraknya. Keledai tersebut memakan api dan menghembus asap, dapat
terbang di atas daratan dan menyeberangi lautan.
Dajjal seorang pemuda
posturnya gemuk, kulitnya kemerah-merahan, berambut keriting, matanya sebelah
kanan buta, dan matanya itu seperti buah anggur yang masak’ (tak bersinar).
Dia akan menipu para
umat muslim dengan mengajari mereka tentang surga, tapi ajaran tersebut adalah
sebaliknya (Neraka).
Huruf Arab Kaf Fa Ra
(kafir, bermakna kufur) akan muncul pada dahinya dan akan mudah dilihat oleh
orang muslim yang bisa membaca maupun yang buta huruf.
Dia dapat melihat dan
mendengar di banyak tempat pada waktu bersamaan.
Dia mempunyai keahlian
untuk menipu manusia.
Dia akan menyatakan
dirinya adalah Tuhan dan akan menipu manusia dalam berpikir. Ia mengatakan
bahwa ia telah bangun dari kematian. Salah satu orang penting akan ia bunuh dan
kemudian ia akan menghidupkannya. Sesudah itu Allah akan menghidupkan apa yang
ia bunuh tersebut, setelah itu ia tidak memiliki kekuatan ini lagi. Berdasarkan
sumber disebutkan bahwa seorang lelaki beriman akan datang dari Madinah terus
ke Dajjal, berdiri pada atas Uhud, dan dengan beraninya mengatakan bahwa Dajjal
adalah Dajjal. Kemudian ia akan bertanya, "Apakah kamu percaya bahwa aku
adalah Tuhan jika aku membunuhmu dan kemudian menghidupkan kamu?" Lalu
Dajjal membunuh lelaki beriman tersebut, setelah itu menghidupkannya kembali,
namun lelaki itu akan berkata bahwa dia semakin tidak percaya bahwa Dajjal
adalah Tuhan.
Siapa saja yang menolak
dan tidak percaya dengannya, mereka akan menderita kemarau dan kelaparan. Siapa
saja yang menerimanya akan hidup dalam kehidupan senang.
Sebagian besar ajaran
Islam mempercayai bahwa ia muncul di Kota Isfahan
Dia tidak bisa memasuki
Makkah atau Madinah karena dijaga ketat oleh para malaikat.
Imam Mahdi akan
melawannya atas nama Islam.
Dia akan dibunuh oleh
Nabi Isa dekat pintu gerbang Lud yang merupakan wilayah Israel saat ini.
Bedasarkan sebuah
hadits yang menceritakan tentang Dajjal. Hadits tersebut menceritakan suatu
hari pada musim kemarau, Dajjal akan bertanya, "Apakah kamu menginginkan
api atau air?" Jika menjawab air, itu bermakna api yang diberikannya, Jika
jawabannya api, ia akan memberi air. Kamu akan diberikan air jika kamu mengakui
Dajjal adalah Tuhan dan bila kamu murtad dari agama Allah. Apabila kamu lebih
memilih api tetapi tetap berada di jalan Allah, maka kamu akan dibunuhnya.
Dajjal membawa api dan
air;
Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Dajjal itu akan keluar dengan
membawa air dan api, maka apa yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya itu
adalah api yang membakar. Sedang apa yang dilihat oleh manusia sebagai api,
maka itu sebenarnya adalah air yang dingin dan tawar. Maka barangsiapa yang
menjumpainya, hendaklah menjatuhkan dirinya ke dalam apa yang dilihatnya
sebagai api, karena ia sesungguhnya adalah air tawar yang nyaman."
Dajjal membawa sesuatu
yang menyerupai syurga dan neraka;
Dari Abu Hurairah
berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: "Sukakah aku ceritakan kepadamu
tentang Dajjal, yang belum diberitakan oleh Nabi kepada kaumnya. Sungguh Dajjal
itu buta mata sebelahnya dan ia akan datang membawa sesuatu yang menyerupai
syurga dan neraka, adapun yang dikatakan syurga, maka itu adalah neraka. Dan
aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh a.s memperingatkan kepada
kaumnya."
Dajjal membawa sungai
air dan sungai api;
Dari Abu Hudzaifah
berkata bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya aku lebih tahu dari
Dajjal itu sendiri tentang apa padanya. Dia mempunyai dua sungai mengalir. Yang
satu menurut pandangan mata adalah air yang putih bersih. Yang satu lagi
menurut mata adalah api yang bergelojak. Sebab itu, kalau seorang mendapatinya
hendaklah mendekati sungai yang kelihatan api. Hendaklah dipejamkan matanya,
kemudian ditekurkan kepalanya, lalu diminumnya air sungai itu kerana itu adalah
air sungai yang sejuk. Sesungguhnya Dajjal itu buta matanya sebelah ditutupi
oleh daging yang tebal, tertulis antara dua matanya (dikeningnya) perkataan
kafir yang dapat dibaca oleh setiap orang beriman yang pandai baca atau tidak.
Nabi Muhammad SAW mengingatkan
para pengikutnya untuk membaca dan menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat
Al-Kahfi sebagai perlindungan dari Dajjal, dan kalau bisa berlindung di kota
Madinah dan Mekkah, karena Dajjal tidak akan pernah bisa masuk kota tersebut
yang dijaga oleh para malaikat. Rasulullah juga mengingatkan para pengikutnya
untuk berdoa, "Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab
jahannam dan dari azab kubur, dan dari fitnah kehidupan dan kematian serta dari
kejahatan tipuan Dajjal."
Dia juga menyatakan
tidak ada musibah yang lebih hebat daripada bencana yang ditimbulkan Dajjal
sejak penciptaan Nabi Adam hingga Hari Kebangkitan.
3. Munculnya Dabbah
Adalah makhluk besar yang akan dikeluarkan oleh Allah di tengah kebejatan
manusia, dia akan berbicara dan memberikan nasehat kepada mereka, mampu
berfikir, berbicara dan menyebut manusia dengan sebutan dan tanda yang bisa
membedakan antara mukmin dan kafir. Tugas seorang muslim adalah beriman dan
percaya dengan keterangan dari Allah dan Rasul-Nya. Betapa banyak ciptaan Allah
di alam ini yang aneh, asing dan ajaib yang menunjukkan kekuatan dan kekuasaan
Allah ‘Azza wa Jalla.Binatang besar yang keluar dekat gunung Shafa di Makkah
yang akan berbicara, manusia sudah tidak mau lagi beriman kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala.
4. Matahari akan terbit
dari tempat tenggelamnya. Maka waktu itu Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak lagi
menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat dari orang yang berdosa.
5.Turunnya Nabi Isa
Alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam
Mahdi yang sedang berkuasa pada waktu itu dan beliau akan mematahkan segala
salib yang dibuat oleh orang-orang Nashrani dan beliau juga yang akan membunuh
Dajjal.
6.Keluarnya bangsa
Yajuj dan Ma'juj yang akan membuat kerusakan di permukaan bumi ini, yaitu
apabila mereka berhasil menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur
tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama pembantu-pembantunya pada
zaman dahulu.
Saat menjelang wafat,
Nabi Nuh a.s memanggil anak-anaknya untuk menghadap beliau. Maka Sam a.s segera
datang menemuinya, namun kedua saudaranya tidak muncul yaitu Ham dan Yafits.
Akibat dari ketidakpatuhan Ham dan Yafits, Allah kemudian menurunkan ganjaran
kepada mereka. Yafits yang tidak datang karena lebih memilih berdua dengan
istrinya (berhubungan suami istri) kemudian melahirkan anak bernama Sannaf.
Kelak kemudian Sannaf menurunkan anak yang ganjil. Ketika dilahirkan, keluar
sekaligus anak-anak dalam wujud kurang sempurna. Selain itu ukuran besar dan
bobot masing-masing juga berbeda, ada yang fisiknya besar sedangkan lainnya
kecil. Untuk selanjutnya yang besar kemudian terus tumbuh hingga melebihi
ukuran normal (raksasa), sebaliknya yang bertubuh kecil terus kecil seperti
liliput. Mereka kemudian dikenal sebagai Ya’juj dan Ma’juj.
Selain wujudnya yang
ganjil, Ya’juj dan Ma’juj mempunyai nafsu makan yang melebihi normal. Padahal
bilamana mereka makan tumbuhan tertentu maka tumbuhan itu akan berhenti tumbuh
sampai kemudian mati. Demikian pula bila minum air dari suatu tempat maka
airnya tidak akan bertambah lagi. Sehingga banyak sumber-sumber air dan sungai
menjadi kering karenanya. Masyarakat di sekitar mereka pun harus menanggung
dampaknya yaitu krisis pangan dan air.
Karena interaksi sosial
yang tidak kondusif akibat masalah yang dibawa oleh Ya’juj dan Ma’juj ini maka
mereka kemudian cenderung mengisolasi diri di suatu celah gunung di
tengah-tengah komunitas induk bangsa-bangsa keturunan Yafits lainnya, yang
antara lain meliputi bangsa: Armenia, Rusia/Slavia, Romawi dan Turk di
wilayah-wilayah luas seputar Laut Hitam. Namun bilamana mereka membutuhkan
makan dan minum, akan keluar secara serentak bersama-sama ke daerah-daerah
sekitarnya yang masih belum tersentuh oleh mereka sebelumnya. Karena kondisi
fisiknya, mereka mampu menempuh perjalanan jauh dalam waktu relatif lebih
pendek dibandingkan oleh manusia normal. Bagi golongan raksasa karena mereka
mampu melangkah dengan jangkauan lebar sedangkan golongan liliput adalah karena
sedemikian ringan bobotnya terhadap gravitasi bumi sehingga bila berjalan
sangat cepat seperti meluncur bersama angin.
Pada puncak keresahan
masyarakat pada masa itu, Allah SWT kemudian mengutus salah satu hambaNya yang
berkulit kehitaman (tetapi bukan termasuk ras negro) dengan dua benjolan kecil
(tidak bertulang tanduk) di kedua sisi keningnya yang sebenarnya lebih sering
tak tampak karena tertutupi oleh surbannya yaitu Dzul Qarnain untuk menghadang
laju Ya’juj dan Ma’juj yang telah menimbulkan kerusakan alam yang akan terus bertambah
luas.
"Berilah Aku
potongan-potongan besi," hingga apabila besi itu telah sama rata dengan
kedua puncak gunung itu, berkatalah dzulqarnain,"Tiuplah (api itu),"
Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun
berkata,"Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi
panas itu." -Al Kahfi: 96-
Sesuai petunjuk Allah,
Dzul Qarnain kemudian mengajak
masyarakat di sekitar lokasi tempat tinggal Ya’juj dan Ma’juj untuk
bersama-sama membuat dinding tembaga dan besi yang akan menutup satu-satunya
lubang keluar masuk mereka. Setelah selesai, masyarakat yang sebelumnya tinggal
di dekat dinding diajak untuk meninggalkan lokasi yang sudah kering tanpa air
dan tumbuhan tersebut menuju ke tempat lain yang lebih layak untuk di huni.
"Maka mereka tidak
bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya." -Al Kahfi: 97-
Ya’juj dan Ma’juj yang
telah terkurung terus berupaya membuka dinding logam tersebut dengan segala
cara, bahkan dengan menjilatinya karena mereka tahu bahwa benda apapun yang
mereka sentuh dengan mulutnya akan berhenti tumbuh/bertambah, kering atau
tergerus. Cara ini mampu membuat bagian-bagian dinding yang mereka sentuh
menjadi tipis. Namun setiap kali akan berlubang, Allah mengembalikan lagi
kondisinya seperti semula. Untuk bertahan hidup selama terkurung di balik
dinding, Allah menumbuhkan sejenis lumut, sebagai satu-satunya tumbuhan yang
dapat terus tumbuh dan justru makin bertambah banyak setiap kali dimakan oleh
masyarakat Ya’juj dan Ma’juj.
"Dzulqarnain
berkata,"Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah
datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh, dan janji Tuhanku
itu adalah benar." -Al Kahfi: 98-
Allah SWT juga
mewahyukan kepada Dzul Qarnain bahwa dinding itu akan terjaga dan baru akan
terbuka bila saatnya tiba yaitu kelak menjelang datangnya Hari Kiamat. Kemudian
Allah menjadikan gaib (tidak terlihat) lokasi dinding tersebut.
"Hingga apabila
dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh
tempat yang tinggi." -Al Anbiyaa: 96-
Mereka berusaha untuk
keluar dengan berbagai cara, hingga sampai saat matahari akan terbenam mereka
telah dapat membuat sebuah lobang kecil untuk keluar. Lalu pemimpinnya
berkata,' Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa
keluar dari sini." Namun keesokkan harinya lubang kecil itu sudah tertutup
kembali seperti sedia kala atas kehendak Allah. Mereka pun bingung tetapi
mereka bekerja kembali untuk membuat lubang untuk keluar. Demikian kejadian
tersebuat terjadi berulang-ulang. Hingga kelak menjelang Kiamat, di akhir sore
setelah membuat lubang kecil pemimpin mereka berkata,“InsyaAllah, Besok kita
lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini.”
Maka keesokan paginya lubang kecil itu masih tetap ada, kemudian terbukalah
dinding tersebut sekaligus kegaibannya dari penglihatan masyarakat luar
sebelumnya. Dan Kaum Ya’juj dan Ma’juj yang selama ribuan tahun terkurung telah
berkembang pesat jumlahnya akan turun bagaikan air bah memuaskan nafsu makan
dan minumnya di segala tempat yang dapat mereka jangkau di bumi.
Pada saat Ya'juj dan
Ma'juj menyerang pada saat mendekati kiamat nanti dan saat itu masyarakat
muslim termasuk Nabi Isa a.s yang telah terpojok di sebuah gunung (tur). Nabi
Isa dan Umat muslim lalu bersama-sama berdoa kepada Allah agar terhindar dari
masalah akibat perbuatan Ya’juj dan Ma’juj. Kemudian Allah SWT memerintahkan
ulat-ulat yang tiba-tiba menembus keluar dari tengkuk Ya’juj dan Ma’juj yang langsung
mengakibatkan kematian mereka secara serentak. WaAllahu 'Alam.
7. Gempa bumi di Timur,
8. Gempa bumi di Barat,
9. Gempa bumi di
Semenanjung Arab.
10. Api besar yang akan
menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah
negeri Yaman.
Menurut pendapat Imam
Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: "Apa
yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari kumpulan Hadits-Hadits
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluamya Dajjal adalah yang mendahului
segala tanda-tanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku di
permukaan bumi ini.
Keadaan itu akan
diakhiri dengan kematian Nabi Isa Alaihissalam (setelah beliau turun dati
langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan
tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala,
kejadian ini akan diakhiri dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu.
Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang
matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya. "
No comments:
Post a Comment